Sweeping Truk Bantuan di Aceh: TNI-Polri Sita Bendera Bulan Bintang, 1 Relawan Luka

- Jumat, 26 Desember 2025 | 12:50 WIB
Sweeping Truk Bantuan di Aceh: TNI-Polri Sita Bendera Bulan Bintang, 1 Relawan Luka
Sweeping Truk Bantuan di Aceh: TNI-Polri Cari Bendera Bulan Bintang di Perbatasan Bireuen-Aceh Utara

Sweeping Truk Bantuan di Aceh: TNI-Polri Cari Bendera Bulan Bintang di Perbatasan Bireuen-Aceh Utara

Suasana tegang melanda Aceh pascabencana. Ratusan personel TNI dan Brimob bersenjata lengkap melakukan sweeping terhadap truk-truk pengangkut logistik bantuan banjir yang menuju Aceh Tamiang. Pemeriksaan ketat ini dilakukan di perbatasan Bireuen dan Aceh Utara.

Insiden sweeping terjadi di Gampong Mane Tunong, Aceh Utara, pada Kamis malam (25/12). Aparat mulai beraksi sekitar pukul 18.30 WIB dengan menghentikan setiap truk bantuan. Puncak ketegangan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB yang berujung kericuhan dan menyebabkan satu orang relawan pembawa bantuan mengalami luka serius di kepala.

Berdasarkan informasi, aparat menyita bendera bergambar bulan dan bintang yang diduga dibawa oleh rombongan relawan. Seorang warga setempat mengaku aparat telah bersiaga sejak sore dan melarang warga merekam kejadian tersebut.

Pernyataan Resmi Danrem 011 Lilawangsa

Danrem 011 Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, membuka suara terkait insiden ini. Ia menyayangkan adanya pihak yang diduga memanfaatkan momentum bencana untuk membawa simbol-simbol tertentu.

"Silakan antar bantuan. Pihak kami menghentikan rombongan kelompok ini hanya meminta agar tidak membawa bendera Bulan Bintang. Tetapi kelompok ini tidak terima dan malah menantang TNI," tegas Ali Imran, Jumat (26/12).

Ali Imran menegaskan bahwa TNI tidak pernah melarang pengiriman bantuan kemanusiaan. Namun, ia menekankan bahwa penggunaan simbol bendera bulan bintang adalah hal yang dilarang. "Bendera bangsa kita juga satu, Sang Saka Merah Putih," pungkasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat dan berbagai pihak sudah berdatangan secara memadai untuk korban bencana banjir dan longsor di Aceh.

Editor: Intan Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar