GELORA.ME - Dalam persaingan global kendaraan listrik yang semakin sengit, VinFast, pabrikan asal Vietnam, mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih hanya mengandalkan promosi produk baru, perusahaan ini menempatkan layanan purnajual dan pembangunan ekosistem sebagai fondasi utama untuk meraih kepercayaan konsumen, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia yang masih berada pada tahap awal adopsi kendaraan listrik.
Layanan Purnajual Sebagai Fondasi Kepercayaan
Bagi banyak calon pembeli di Indonesia, pertimbangan untuk beralih ke kendaraan listrik seringkali dibayangi kekhawatiran akan daya tahan baterai, biaya perawatan, dan ketersediaan layanan purna jual. Menyadari hal ini, VinFast berupaya membangun rasa aman dengan menjadikan layanan purnajual sebagai pilar strategis, bukan sekadar fungsi pendukung. Perusahaan secara proaktif memantau masukan konsumen dan didukung sistem dukungan teknis global yang beroperasi 24 jam.
Seluruh penanganan klaim dilakukan sesuai standar teknis dan kebijakan garansi. Tujuannya jelas: memastikan konsumen, terutama mereka yang baru pertama kali menggunakan kendaraan listrik, merasa didampingi selama masa kepemilikan.
Mengatasi Tantangan Rantai Pasok dengan Standar 24 Jam
Salah satu ujian berat bagi merek otomotif baru di pasar internasional adalah menjaga stabilitas pasokan suku cadang. VinFast mengakui bahwa pada fase awal masuk ke Indonesia, sempat terjadi beberapa kasus waktu tunggu suku cadang yang lebih panjang akibat faktor eksternal seperti cuaca ekstrem dan gangguan logistik.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak memengaruhi aspek keselamatan atau kelayakan operasional kendaraan, dan telah dikomunikasikan secara terbuka kepada pelanggan. Sebagai langkah perbaikan, VinFast kini mengklaim mampu menjamin ketersediaan suku cadang esensial untuk model VF 3 dalam waktu 24 jam melalui jaringan bengkel resminya di Indonesia.
Kekuatan di Balik Layar: Ekosistem Terintegrasi Vingroup
Strategi VinFast tidak berdiri sendiri, melainkan mendapat dukungan dari induk usahanya, Vingroup. Ekonom Josua Pardede melihat diferensiasi ini berkaitan erat dengan filosofi pengembangan grup tersebut.
“Ciri paling khas adalah konsistensi arsitektur Vingroup. Ini bukan konglomerasi tradisional di mana berbagai bisnis berdiri sendiri dengan interaksi lintas sektor yang terbatas. Sebaliknya, ini menyerupai ‘super struktur’, sebuah ekosistem terintegrasi yang mencakup teknologi, manufaktur, properti, layanan, energi hijau, infrastruktur, dan inisiatif sosial,” ungkapnya.
Pardede menambahkan bahwa seluruh komponen tersebut dirancang untuk membentuk suatu sirkulasi nilai. Dalam ekosistem ini, permintaan dapat dibangun dari dalam, sementara kapabilitas pasokan diperkuat melalui pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen.
“Jika kita melihat VinFast secara terpisah, kita melihat produsen kendaraan listrik. Namun dalam konteks yang lebih luas, VinFast adalah bagian dari struktur lintas disiplin yang memungkinkan Vingroup membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan, yang sulit direplikasi banyak grup lain dalam jangka pendek,” jelasnya.
Investasi Jangka Panjang di Tengah Persaingan
Saat banyak pemain berlomba dengan diskon harga, VinFast memilih jalur yang berbeda. Perusahaan ini berinvestasi pada infrastruktur layanan, pengalaman pelanggan, dan transparansi—sebuah strategi yang berorientasi pada hasil jangka panjang.
Di pasar seperti Indonesia, di mana adopsi kendaraan listrik masih bertumbuh, membangun kepercayaan adalah kunci untuk mengubah ketertarikan menjadi keputusan pembelian. Langkah-langkah yang dijalankan di Tanah Air merupakan bagian dari strategi global VinFast untuk menempatkan pelanggan sebagai pusat ekosistem mobilitas berkelanjutannya.
Pada akhirnya, di tengah persaingan yang semakin ketat, keunggulan kompetitif tidak lagi hanya soal spesifikasi teknis di atas kertas. Kemampuan untuk mendampingi konsumen sepanjang siklus kepemilikan kendaraan, dari pembelian hingga perawatan, justru menjadi pembeda yang krusial.
Artikel Terkait
Tim Tenis Putra Indonesia Lolos ke Grup II Piala Davis 2026
Guardiola Sorot Tantangan Unik Anfield Usai City Kalahkan Liverpool
Pemerintah Tegaskan Fokus pada Program, Bukan Angka Survei 79,9% untuk Prabowo
Bareskrim Belum Temukan Keterkaitan Virgoun dalam Kasus Illegal Access Rumah Inara Rusli