GELORA.ME - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa Degree by Research (DbR) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Program ini menawarkan kesempatan bagi peneliti, baik dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, untuk menempuh pendidikan magister (S2) atau doktor (S3) dengan basis penelitian yang terintegrasi langsung di lingkungan BRIN. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring hingga 27 Maret 2026 mendatang.
Berbeda dari skema beasiswa konvensional, DbR menempatkan kegiatan riset sebagai inti utama. Peserta diharapkan tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam proyek penelitian, pengembangan, dan pengkajian (litbangjirap) bersama para periset BRIN. Pendekatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia iptek sekaligus membangun ekosistem riset nasional yang kolaboratif.
Filosofi dan Tujuan Program
Program Degree by Research pertama kali diperkenalkan kepada publik melalui sosialisasi daring pada akhir Januari 2026. Dalam konsepnya, DbR lebih dari sekadar bantuan dana pendidikan. Program ini dirancang sebagai jembatan yang memadukan tugas kedinasan dengan aktivitas akademik, sehingga peserta dapat mengembangkan karier risetnya tanpa meninggalkan tanggung jawab utama.
Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam pelaksanaan DbR. “DbR merupakan program untuk meningkatkan kapasitas pegawai negeri sipil dan SDM lainnya untuk mendapatkan pendidikan formal jenjang S2 dan S3 berbasis riset tanpa meninggalkan tugas kedinasan,” jelasnya.
Program ini terbuka untuk berbagai bidang ilmu, mulai dari sains alam, teknik, kesehatan, hingga sosial humaniora. Penekanannya adalah pada keterlibatan aktif dalam riset sejak awal masa studi.
Senada dengan hal tersebut, Bakhtiardi Putra Siswinanda, Ketua Tim Manajemen Talenta 3 BRIN, menekankan karakteristik unik DbR. “Kami tidak pernah mem-branding program ini sebagai beasiswa, karena filosofinya adalah kegiatan riset terlebih dahulu. Gelar S2 atau S3 merupakan hasil dari kolaborasi riset tersebut,” tuturnya.
Kriteria dan Persyaratan Ketat
Untuk menjaga kualitas dan relevansi penelitian, BRIN menetapkan kriteria yang cukup spesifik bagi calon peserta dan pembimbing. Proses seleksi dimulai dengan kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi.
Bakhtiardi mengingatkan pentingnya ketelitian dalam tahap ini. “Jadi, kami harap pada tahap seleksi administrasi ini, teman-teman bisa lolos karena, ya, itu tadi, semua template-nya sudah ada,” ungkapnya.
Profil Calon Peserta
Calon peserta dibagi menjadi dua kategori utama: PNS dan non-ASN. Untuk PNS, diperlukan pangkat minimal III/a, rekomendasi dari satuan kerja, serta tidak sedang menjalani hukuman disiplin atau menerima beasiswa lain. Sementara itu, peserta non-ASN diwajibkan telah memiliki kolaborasi penelitian dengan kelompok kerja di BRIN sebelum mendaftar.
Baik PNS maupun non-ASN harus telah lulus seleksi masuk perguruan tinggi tujuan pada program studi jalur riset dan telah menyusun proposal penelitian yang disetujui.
Kualifikasi Co-Promotor
Peran co-promotor atau pembimbing pendamping dari BRIN sangat sentral. Mereka harus bergelar doktor (S3), memiliki kesesuaian bidang keahlian dengan topik riset peserta, serta memiliki rekam jejak publikasi internasional dengan H-Index minimal 3 dalam sepuluh tahun terakhir. Persyaratan ini menjamin bahwa penelitian dilakukan di bawah bimbingan pakar yang mumpuni.
Dokumen dan Tahapan Seleksi
Dokumen pendaftaran yang harus disiapkan cukup kompleks, mencerminkan sifat program yang berbasis proyek. Beberapa dokumen kunci antara lain Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi, surat rekomendasi, pernyataan kesediaan dari promotor dan co-promotor, serta proposal penelitian yang telah mendapatkan persetujuan dan tanda tangan dari berbagai pihak terkait.
Proses seleksi DbR untuk tahun ajaran 2026/2027 direncanakan berlangsung dalam beberapa tahap yang ketat, dimulai dari seleksi administrasi hingga wawancara. Berikut timeline yang perlu diantisipasi calon peserta:
- Pendaftaran & Submit Administrasi: Hingga 27 Maret 2026
- Pengumuman Seleksi Administrasi: 21 April 2026
- Seleksi Proposal & Wawancara: Mei 2026
- Pengumuman Hasil Akhir: 29 Juni 2026
Masa Studi dan Skema Pembiayaan
Program DbR menetapkan batas waktu studi yang jelas: maksimal empat semester untuk S2 dan enam semester untuk S3. Batasan ini menjadi acuan dalam penyaluran dana bantuan.
Pembiayaan program menggunakan sistem cost sharing atau bagi tanggung. BRIN akan menanggung biaya akademis, seperti uang kuliah tunggal dan bantuan riset, yang dibayarkan langsung ke perguruan tinggi. Sementara itu, biaya operasional untuk pelaksanaan penelitian menjadi tanggung jawab satuan kerja asal peserta atau sumber pendanaan lain yang sah.
Dengan skema ini, BRIN berharap dapat melahirkan talenta riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan yang mendalam. Kontribusi mereka diharapkan dapat menjawab tantangan pembangunan nasional melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Artikel Terkait
Guerrilla Games Umumkan Horizon Hunters Gathering, Game Kooperatif Tiga Pemain
Penjual Keliling Tewas Tertimpa Bangunan Roboh Diterjang Angin Kencang di Balikpapan
Dokumen AS Konfirmasi Kematian Epstein Terbit Sehari Sebelum Ia Ditemukan Tewas
Pemilik PT Blueray Cargo Ditahan KPK Usai Kabur dari OTT