Analis Prediksi Perebutan Kursi Cawapres Prabowo Sudah Dimulai

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:00 WIB
Analis Prediksi Perebutan Kursi Cawapres Prabowo Sudah Dimulai

GELORA.ME - Dinamika politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menunjukkan geliat awal, dengan munculnya wacana perebutan kursi calon wakil presiden (cawapres) di dalam koalisi pendukung Presiden petahana, Prabowo Subianto. Analis memprediksi posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping potensial mulai dipertanyakan, seiring dengan menguatnya sinyal dari sejumlah partai politik yang belum memprioritaskan namanya untuk kontestasi mendatang.

Analis: Pertarungan Perebutan Kursi Cawapres Sudah Dimulai

Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), melihat bahwa sikap sejumlah partai dalam koalisi, termasuk Gerindra yang menyatakan belum memikirkan nama cawapres, merupakan sinyal awal bahwa pasangan Prabowo-Gibran berpotensi tidak berlanjut. Menurutnya, fokus perhatian justru mulai bergeser.

"Bisa saja wilayah pertarungannya nanti adalah perebutan siapa yang akan menjadi Cawapres Prabowo 2029. Prabowo juga saya lihat memberi peluang berbagai tokoh untuk muncul dan menunjukkan kapasitasnya," tutur Iwan.

Ia menjelaskan bahwa koalisi pemerintah dinilai memiliki banyak tokoh potensial lain yang siap diusung, sehingga nama Gibran tidak lagi menjadi satu-satunya pertimbangan. Proses penjaringan kandidat ini diprediksi akan semakin jelas seiring waktu.

"Tokoh-tokoh tersebut seperti AHY, Puan Maharani, Zulkifli Hasan, Bahlil, Gibran dan lain-lain. Pada awal tahun 2028 saya kira akan mulai kelihatan dan mengkerucut, termasuk potensi lawan penantang Prabowo kalaupun ada," imbuhnya.

Lebih lanjut, Iwan menilai keyakinan internal Gerindra untuk mengusung Prabowo dua periode cukup realistis mengingat posisi partai tersebut saat ini. Elektabilitas Presiden yang tetap tinggi disebut sebagai faktor penentu yang akan mempengaruhi peta pertarungan.

"Karena puncak pencapaian partai politik itu salah satunya adalah memenangkan Pilpres, dan dua periode sah-sah saja. Apalagi kalau elektabilitas Prabowo hingga 2029 nanti masih 70 persen ke atas, lawannya juga akan pikir-pikir untuk melawan Prabowo," ucap Iwan.

Respons Internal Koalisi: Antara Dukungan dan Kehati-hatian

Di internal partai pengusung, semangat mendukung Prabowo untuk periode kedua memang sudah mulai disuarakan. Dalam perayaan HUT ke-18 Gerindra di Kompleks Parlemen, Senayan, Ketua Harian Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, secara terbuka menyerukan dukungan untuk Presiden petahana itu.

“Sayangilah, bantulah, dan dukunglah terus-menerus pemerintahan Prabowo ini untuk Indonesia yang lebih baik,” seru Muzani di hadapan para kadernya.

Momen itu diakhiri dengan yel-yel interaktif yang menggambarkan ambisi partai. “Saya tanya Gerindra, jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode!,” ujar Muzani, yang langsung disambut sorak kadernya.

Namun, di balik euforia tersebut, pihak partai tampak menjaga netralitas terkait isu pendampingan. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menegaskan bahwa pembicaraan mengenai calon wakil presiden sama sekali belum dimulai. Fokus partai, menurutnya, masih tertuju pada pengawalan program pemerintah.

“Kita enggak pernah, belum pernah. Belum pernah membuka pembicaraan itu,” ungkapnya.

Sugiono menekankan bahwa dinamika politik masih panjang dan dapat berubah dengan cepat. Posisi partai saat ini adalah memastikan kinerja pemerintahan berjalan optimal sebelum masuk ke dalam pembahasan konfigurasi politik elektoral.

“Jadi tidak ada bicara itu, masih fokus pada, itu tadi saya sampaikan, perjuangan ini masih panjang. Kita masih, program-program yang diluncurkan oleh Pak Presiden ini juga harus terus kita kawal kesuksesannya,” jelasnya.

Wacana Dua Periode yang Terus Bergulir

Wacana pasangan petahana untuk maju kembali memang bukan hal baru dan telah beberapa kali mencuat ke permukaan. Dukungan paling vokal bahkan datang dari mantan Presiden Joko Widodo, yang secara terbuka mendorong Prabowo dan Gibran untuk melanjutkan kepemimpinan.

“Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” kata Jokowi dalam sebuah kesempatan di Solo, menegaskan posisinya.

Pernyataan tersebut, meski berasal dari figur penting di luar struktur partai, turut memanaskan suhu politik dan memicu respons beragam dari berbagai pihak. Meski demikian, seperti yang terlihat dari pernyataan resmi partai-partai koalisi, jalan menuju Pilpres 2029 masih penuh dengan kemungkinan. Perdebatan dan negosiasi mengenai formula pasangan terkuat diprediksi akan semakin intens seiring mendekatnya tahun politik, dengan kursi wakil presiden menjadi salah satu medan pertarungan yang paling diperhatikan.

Editor: Farah Ayu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar