GELORA.ME - Ratusan warga memadati Kantorpos KCU Premier, Jakarta Timur, pada Sabtu (7/2/2026) pagi untuk mengambil Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLTS Kesra) senilai Rp900.000. Meski diguyur hujan, antrean yang terdiri dari ibu rumah tangga, pedagang kecil, hingga lansia berjalan tertib sejak pukul 08.00. Penyaluran bantuan pemerintah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang akhir tahun, dengan menargetkan 30 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Tinjauan Langsung dan Capaian Penyaluran
Di lokasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau langsung proses penyaluran. Ia menyampaikan bahwa hingga 3 Desember, realisasi bantuan telah mencapai sekitar 75 persen dari target nasional.
"Evaluasi sampai hari ini berjalan lancar dan masyarakat relatif terbantu," ungkap Airlangga dalam keterangan tertulisnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan ini berperan sebagai stimulan ekonomi. "Bantuan ini merupakan stimulan untuk menjaga daya beli dan mendorong aktivitas ekonomi di kuartal keempat," jelasnya.
Dampak Nyata bagi Keluarga Penerima Manfaat
Bagi banyak penerima, bantuan ini memberikan kelegaan di tengah meningkatnya kebutuhan hidup. Ahmad Fauzan, warga Pulogadung, mengaku menempuh perjalanan panjang dan menunggu hampir satu jam untuk mendapatkan bantuan tersebut.
"Alhamdulillah dapat Rp900.000. Biasanya buat kebutuhan rumah tangga, sembako, peralatan rumah tangga, sama kebutuhan sekolah anak," tuturnya.
Kisah serupa datang dari Ani, seorang pedagang gorengan yang baru pertama kali menerima BLTS Kesra. Meski sempat terkendala hujan dan perubahan jadwal, ia tetap bersemangat datang.
"Dapatnya Rp900.000, buat modal dagang dan bayar sekolah anak," ujarnya. Ia menilai pelayanan di kantor pos berlangsung ramah dan cepat, namun berharap penyaluran ke depan lebih tepat sasaran.
Fleksibilitas Layanan untuk Kelompok Rentan
Penyaluran BLTS Kesra melibatkan dua saluran utama: bank-bang HIMBARA dan PT Pos Indonesia (PosIND). Di KCU Premier hari itu, lebih dari seratus KPM dijadwalkan menerima bantuan. Namun, peran PosIND dinilai krusial untuk menjangkau lapisan masyarakat yang paling rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Plt Direktur Utama PosIND, Haris, menegaskan komitmen layanan yang inklusif. "Kalau tidak bisa datang, teman-teman juga melakukan proses pengantaran, terutama untuk saudara-saudara kita yang disabilitas atau lansia," paparnya.
Ia menambahkan bahwa penyaluran melalui PosIND telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan tuntas sebelum pertengahan Desember. "Kami sudah memiliki tiga skema: di kantor pos, melalui komunitas, dan pengantaran langsung. Semuanya dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan," lanjut Haris.
Strategi Pemerintah dan Evaluasi Keberlanjutan
Di balik angka-angka penyaluran, pemerintah melihat BLTS Kesra sebagai instrumen untuk menggerakkan ekonomi akar rumput. Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa dana yang diterima puluhan juta rumah tangga ini akan mengalir ke warung, pasar, dan pedagang lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir tahun ini.
Meski demikian, pemerintah belum memutuskan keberlanjutan program ini untuk tahun 2026. "Ini baru awal tahun nanti akan kita putuskan. Harapannya pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat lebih baik dari kuartal ketiga. Nanti akan dilakukan evaluasi menyeluruh setelah periode penyaluran berakhir," ucap Menko Airlangga.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi dengan program perlindungan sosial lainnya. "Kita ingin ekosistem perlindungan sosial dan peningkatan kapasitas ekonomi berjalan berdampingan," tandasnya.
Harapan dan Aspirasi dari Lapangan
Suara penerima bantuan di KCU Premier hari itu merefleksikan rasa syukur sekaligus harapan akan perbaikan sistem. Eva Sahara, ibu rumah tangga dari Rusun Pulogadung, berharap program serupa bisa berlanjut secara rutin.
"Dapat Rp900.000, buat bantu-bantu anak sekolah yang lagi ujian," katanya. Harapan agar bantuan terus berjalan dan semakin tepat sasaran juga disampaikan oleh penerima lainnya, termasuk Ayi Cholifah yang mengantar ibunya yang sedang dalam masa pemulihan pasca operasi.
Secara keseluruhan, meski bukan solusi tunggal atas beban ekonomi, BLTS Kesra memberikan dampak psikologis dan material yang nyata. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban harian, tetapi juga menguatkan harapan masyarakat kecil di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Artikel Terkait
IIMS 2026: Peluncuran Produk dan Transformasi Merek Warnai Hari Kedua Pameran
Pelita Jaya Jakarta Gandeng PAM Jaya Kampanyekan Air Bersih Lewat Basket
Remaja Putri 17 Tahun Hilang di Depok, Keluarga Minta Bantuan Publik
PM Jepang Sanae Takaichi Bubarkan Parlemen, Tetapkan Pemilu Dadakan 8 Februari 2026