GELORA.ME - Partai Gerindra secara terbuka menyerukan agar Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, mencalonkan diri kembali dan menjabat sebagai Presiden untuk dua periode. Namun, seruan yang disampaikan dalam perayaan HUT partai itu tidak menyertakan nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, membuka ruang analisis mengenai dinamika koalisi dan strategi politik jelang Pemilu 2029. Pernyataan ini muncul tak lama setelah dukungan serupa untuk pasangan Prabowo-Gibran disampaikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo.
Analisis SMRC: Menjaga Harapan Koalisi Pendukung
Menanggapi perkembangan ini, peneliti politik Saidiman Ahmad dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memberikan pandangannya. Menurutnya, sikap Gerindra yang fokus pada Prabowo tanpa menyebut Gibran dapat dimaknai sebagai strategi politik untuk menjaga kohesi koalisi.
"Prabowo memang perlu membuka peluang bagi kader dari partai-partai pendukungnya untuk menjadi Cawapres. Ini penting bagi Prabowo untuk menjaga harapan partai pendukungnya," tutur Saidiman.
Ia melanjutkan bahwa pernyataan Joko Widodo yang mendukung duet Prabowo-Gibran dua periode bisa dilihat sebagai sebuah proposal. Namun, keputusan akhir akan melibatkan pertimbangan yang kompleks.
"Namun, saya kira Prabowo akan menimbang banyak aspek sebelum menentukan pilihan. Selain soal penerimaan publik, aspek dukungan partai politik juga akan sangat menentukan," jelasnya.
Momen Seruan di HUT Gerindra
Seruan untuk dua periode Prabowo itu disampaikan langsung oleh Ketua Harian Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Momentumnya adalah acara syukuran HUT ke-18 partai yang digelar Fraksi Gerindra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (6/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Muzani tidak hanya meminta dukungan penuh kader terhadap pemerintahan Prabowo, tetapi juga memimpin sebuah yel-yel yang penuh semangat. Suasana riuh pun tercipta ketika Muzani berinteraksi dengan para peserta.
“Saya tanya Gerindra, jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode!,” seru Muzani.
“Gerindra? Menang. Prabowo? Presiden. Presiden? Dua periode!,” sahut seluruh kader Gerindra serempak, menggemakan ruangan.
Peta Politik yang Mulai Terbentuk
Meski Pemilu 2029 masih berjarak tiga tahun, isu suksesi kepemimpinan dan pasangan calon sudah mulai menghangat. Pernyataan Jokowi yang mendukung kontinuitas pasangan Prabowo-Gibran telah memantik berbagai respons dari elite politik.
Isu tersebut semakin mendapat perhatian setelah Jokowi menegaskan kembali posisinya. “Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” ungkap mantan presiden itu dengan singkat saat ditemui di Solo.
Dengan dua pernyataan dari kubu yang berbeda—satu dari partai pendukung utama dan satu dari figur politik berpengaruh—peta awal untuk kontestasi 2029 mulai tergambar. Perbedaan penekanan antara mendukung figur tunggal atau pasangan tertentu ini dipandang oleh pengamat sebagai bagian dari manuver politik awal yang wajar, sekaligus mencerminkan kompleksitas menjaga keseimbangan dalam koalisi pemerintahan.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Perebutan Kursi Cawapres Prabowo Sudah Dimulai
Tersangka Dalang Pencurian 774 Kg Emas di Ketapang Dapat Tahanan Rumah
Prabowo Apresiasi Umat Islam Indonesia sebagai Teladan Kerukunan Global
Zulhas Buka Peluang Maju sebagai Cawapres Prabowo di Pilpres 2029