GELORA.ME - Partai Gerindra akan menggelar acara syukuran sederhana dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-18. Acara inti akan berlangsung di kediaman pribadi Ketua Umum partai sekaligus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di kawasan Kertanegara, Jakarta, dengan dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan kader partai. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo dijadwalkan memberikan arahan khusus kepada para peserta yang hadir.
Susunan Acara dan Peserta
Acara syukuran ini direncanakan akan dihadiri oleh para anggota dewan pembina partai serta sejumlah anggota Fraksi Gerindra yang duduk di parlemen. Kehadiran mereka menandai momen penting dalam perjalanan organisasi politik tersebut. Selain mendengarkan arahan dari ketua umum, pertemuan ini juga menjadi ruang untuk refleksi dan silaturahmi internal di tengah dinamika politik nasional.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menekankan bahwa perayaan kali ini sengaja diselenggarakan secara sederhana. Pertimbangan utama adalah situasi bangsa yang masih dalam proses pemulihan dari berbagai bencana yang terjadi belakangan ini.
"Syukuran Gerindra digelar sederhana mengingat kondisi pemulihan dari bencana," jelasnya.
Fokus pada Kegiatan Sosial di Daerah
Sementara acara pusat digelar di Jakarta, struktur partai di tingkat daerah juga mendapat perhatian. Pimpinan daerah tidak diarahkan untuk mengadakan perayaan serupa, melainkan untuk lebih memfokuskan energi pada kegiatan yang bersifat sosial. Kebijakan ini selaras dengan semangat kesederhanaan dan kepedulian yang ingin diusung dalam peringatan tahun ini.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepekaan partai terhadap kondisi sosial masyarakat. Dengan memprioritaskan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan publik, partai berusaha memberikan makna lebih dalam dari sekadar seremoni ulang tahun.
Perayaan HUT ke-18 Gerindra ini berlangsung pada fase politik yang unik, mengingat posisi ketua umumnya yang kini menjabat sebagai presiden. Hal ini tentu menambah dimensi tersendiri terhadap acara yang pada hakikatnya adalah momen internal partai, namun selalu disorot dalam konteks politik yang lebih luas.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Siap Hadapi Iran di Final Piala Asia Futsal 2026
Dokumen Epstein Terungkap: Koneksi Rothschild, Bisnis di Tengah Konflik Ukraina, dan Jejak Intelijen
Klarifikasi Pemerintah Ngada: Tidak Ada Ancaman Pengusiran Siswa SD yang Meninggal
KPK Tangkap Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan dalam OTT, Dugaan Suap Ratusan Juta