MURIANETWORK.COM - Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono, resmi ditahan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah tertangkap tangan dalam operasi terkait dugaan suap pengurusan restitusi pajak. Penangkapan pejabat fiskal ini, yang terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, langsung memantik reaksi luas di media sosial, dengan banyak komentar warganet yang secara tidak langsung mengaitkan nama tersangka dengan mantan Presiden Joko Widodo.
Dari OTT ke Tahanan KPK
Proses hukum terhadap Mulyono bergerak cepat. Setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan penyidik KPK, ia langsung menjalani proses pemeriksaan intensif. Tidak lama setelah itu, pihak berwenang memutuskan untuk menahan Mulyono di rutan KPK, mengindikasikan kuatnya bukti awal yang berhasil dikumpulkan. Langkah ini memperlihatkan keseriusan lembaga antirasuah dalam menindak dugaan penyimpangan di sektor perpajakan, sebuah area yang sering kali rentan terhadap praktik korupsi.
Efek Gelombang di Media Sosial
Berita penahanan tersebut dengan cepat menyebar, salah satunya melalui unggahan video di platform media sosial yang menunjukkan Mulyono mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Video itu pun viral dan ramai dikomentari publik. Yang menarik perhatian, gelombang komentar warganet justru banyak yang menyoroti kesamaan nama depan tersangka dengan panggilan akrab mantan Presiden Joko Widodo, yang kerap disebut "Mulyono" dan berasal dari Solo.
Unggahan itu pun dipenuhi harapan simbolis dari warganet. "Mulyono dari Solo berikutnya," tulis salah satu akun.
Artikel Terkait
Refly Harun Tolak Tawaran Restorative Justice Jokowi untuk Klien BALA RRT
Juda Agung Dilantik Jadi Wamenkeu: Profil, Kekayaan, dan Dinamika Tukar Guling dengan BI
Sidang Ijazah Jokowi di PN Solo: Saksi KKN Dinilai Tak Sinkron dan Tak Paham Desa
KPK Telusuri Sumber Dana Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil ke Luar Negeri