GELORA.ME - Pelita Jaya Jakarta, klub yang tengah bersinar di IBL 2026, secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Perumda Air Minum - PAM Jaya. Kolaborasi ini dirancang untuk mengampanyekan pentingnya akses air bersih kepada masyarakat, khususnya generasi muda, melalui daya tarik olahraga basket. Kerja sama yang direncanakan berlangsung minimal satu tahun ini meliputi sejumlah inisiatif, mulai dari pemasangan logo pada jersey tim hingga kegiatan sosial bersama.
Sinergi untuk Edukasi dan Citra Positif
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa kemitraan dengan klub olahraga dipilih sebagai saluran komunikasi publik yang dinilai efektif. Setelah sebelumnya bekerja sama dengan Persija, PAM Jaya kini menggandeng Pelita Jaya dengan pertimbangan basis penggemar basket yang luas dan relevan untuk menjangkau segmen Gen Z di Ibu Kota.
"Sempat kerjasama dengan Persija, sekarang dengan Pelita Jaya, karena olahraga basket punya penggemar yang luas, terutama Gen Z," ujar Arief.
Lebih dari sekadar eksposur merek, kerja sama ini memiliki tujuan edukatif yang konkret. Arief menegaskan bahwa basket menjadi medium untuk menyampaikan pesan penting tentang layanan air bersih dengan cara yang lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat.
"Ini memang target PAM, agar edukasi penyambungan air bersih bisa lebih cepat dan mudah dipahami melalui olahraga," sambungnya.
Dukungan yang Melampaui Nilai Materi
Di sisi lain, Presiden Klub Pelita Jaya, Andiko Ardi Purnomo, menyambut baik dukungan dari perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta ini. Menurutnya, sinergi ini selaras dengan misi klub yang tidak hanya mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga berkontribusi pada pesan kesehatan dan kebugaran bagi masyarakat.
"Tentu kami berterima kasih didukung oleh perusahaan Jakarta, karena kami juga membawa pesan kesehatan melalui olahraga basket," kata Ardi.
Ketika ditanya mengenai nilai finansial kerja sama, kedua belah pihak lebih memilih menekankan arti dukungan yang bersifat strategis dan jangka panjang. Andiko mengungkapkan bahwa dukungan moral dan kolaborasi program memiliki makna yang sangat mendalam bagi perkembangan klub.
"Nilainya cukup bagus, tapi support yang tidak ternilai itu yang paling berarti bagi kami," ungkapnya.
Rencana Jangka Panjang dan Implementasi
Kemitraan ini tidak dirancang sebagai program insidental. Arief Nasrudin menyatakan adanya keinginan untuk melanjutkan kerja sama di masa depan, dengan melihat perkembangan yang dicapai serta potensi korelasi antara kampanye air bersih dan dunia olahraga.
"Kalau target belum selesai, kami ingin terus bekerja bersama dan melihat potensi korelasi air dengan olahraga ke depan," jelasnya.
Secara teknis, kerja sama ini diwujudkan dalam lima poin utama. PAM Jaya akan mendapatkan penempatan logo di jersey Pelita Jaya, eksposur di media digital klub, serta terlibat dalam kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sebagai timbal balik, Pelita Jaya menyediakan fasilitas hospitality seperti tiket pertandingan dan merchandise hasil co-branding untuk mendukung operasional PAM Jaya.
Penandatanganan MoU kemarin juga dihadiri oleh Komisaris Utama PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, serta dua pemain Pelita Jaya yang sedang dalam masa pemulihan, Reza Guntara dan Brandon Jawato. Kolaborasi ini terjadi tidak lama setelah manajemen Pelita Jaya melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota.
Momentum yang Tepat untuk Kolaborasi
Kemitraan dengan PAM Jaya datang di saat yang tepat bagi Pelita Jaya. Tim asuhan Anda tersebut sedang dalam performa terbaiknya di IBL 2026, dengan catatan belum pernah kalah dalam enam pertandingan yang telah dijalani. Kemenangan terakhir mereka diraih saat mengalahkan Satria Muda pada awal Februari lalu.
Dengan momentum positif ini, kerja sama diharapkan dapat memberikan manfaat timbal balik. Arief Nasrudin berharap kolaborasi ini dapat membangun citra positif bagi kedua institusi sekaligus mendorong prestasi tim di lapangan hijau.
"Harapannya win-win, brand image sama-sama naik, Pelita Jaya bisa menang dan menjadi bintang," pungkasnya.
Artikel Terkait
Survei: 81% Orang Tua Yakini Digitalisasi Ubah Aktivitas Keluarga dalam 10 Tahun
Motul Indonesia Luncurkan Pelumas API SQ Terbaru di IIMS 2026
IIMS 2026: Peluncuran Produk dan Transformasi Merek Warnai Hari Kedua Pameran
Remaja Putri 17 Tahun Hilang di Depok, Keluarga Minta Bantuan Publik