GELORA.ME - Seorang pemuda berinisial ASJ (22) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap ibu dan dua saudara kandungnya di Warakas, Jakarta Utara, awal Januari lalu. Kronologi kejadian yang melibatkan racun tikus ini terekam jelas dalam sejumlah rekaman CCTV, mengungkap rentetan persiapan pelaku sebelum akhirnya menewaskan Siti Solihah (52), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Jabbar Jamaludin (13). Polisi menyatakan motif utama pelaku adalah dendam akibat merasa diperlakukan berbeda dalam keluarga.
Rekaman CCTV Ungkap Persiapan Pelaku
Rangkaian peristiwa menjelang kejadian tragis itu terekam oleh kamera pengawas di sekitar rumah kontrakan di Jalan Warakas 8, Tanjung Priok. Dalam rekaman yang beredar, terlihat pelaku, Abdullah Syauqi Jamaludin, keluar rumah pada Rabu (31/12/2025) pagi dengan mengenakan jas hujan. Yang menarik perhatian, ia mengendarai sepeda motor sambil membawa sebuah panci.
Menurut penjelasan kepolisian, aktivitas Syauqi setelah itu dapat dilacak. Ia membeli racun tikus dan kapur barus sebelum kemudian menghabiskan waktu untuk merayakan malam tahun baru bersama teman-temannya. Bahkan, usai berpesta, pelaku memilih untuk menginap di tempat kerjanya di kawasan Tanjung Priok.
Detik-Detik Pelaksanaan Kejahatan
Keesokan harinya, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.21 WIB, Syauqi pulang ke rumah diantar seorang rekan. Saat itulah, berdasarkan penyidikan, ia mulai menjalankan rencananya. Di dalam rumah, pelaku meracik racun yang kemudian dimasukkan ke dalam panci untuk dijadikan minuman teh.
Pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 WIB, saat ibu dan kedua saudaranya telah tertidur, Syauqi mulai merebus teh beracun tersebut. Untuk melindungi dirinya dari efek racun, ia menggunakan beberapa lapis masker. Ia juga memasukkan kapur barus ke dalam ruangan hingga dipenuhi asap, sebelum akhirnya keluar dan menutup pintu.
Kepastian datang pada Jumat (2/1/2026) dini hari. Setelah memastikan para korban dalam kondisi lemas, tersangka kemudian menyuapi mereka satu per satu dengan teh yang telah dicampur racun tikus. Aksi keji itu berakhir dengan tewasnya ketiga anggota keluarganya.
Siasat untuk Mengelabui
Usai melakukan pembunuhan, Syauqi diduga berusaha menutupi jejak dengan menyamar sebagai korban. Ia membakar kembang api dan mengarahkannya ke tubuhnya sendiri agar terlihat seperti ikut menjadi korban dari sebuah insiden. Siasat ini membuatnya ditemukan dalam kondisi lemas di depan kamar mandi sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit, yang sempat membuat penyelidikan awal mengarah pada dugaan keracunan makanan massal.
Motif Dendam Keluarga
Setelah melalui penyelidikan mendalam yang melibatkan autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, dan analisis toksikologi oleh Puslabfor Bareskrim Polri, polisi akhirnya mengungkap motif di balik kejahatan ini. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menjelaskan bahwa motif pelaku berakar pada persoalan keluarga.
"Motif dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya," ungkap Onkoseno dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/2/2026).
Penetapan Syauqi sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti-bukti ilmiah yang kuat, mulai dari hasil laboratorium, keterangan ahli, hingga analisis barang bukti yang ditemukan di TKP. Kasus ini menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan tentang dinamika keluarga yang berujung pada tragedi tak terperi.
Artikel Terkait
PSBS Biak Hadapi PSM di Sleman, Duel Sengit Penentu Zona Degradasi
Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Konsesi Riau, Diduga Korban Perburuan Liar
Pelatih Dewa United Pertimbangkan Pemain Anyar Ivar Jenner Lawan Persik Kediri
BMKG Imbau Waspada Hujan Disertai Petir di Sejumlah Kota Besar Hari Ini