Ratusan Warga Serbu Kebun Raya Bogor Sambut Mekar Langka Bunga Bangkai

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:00 WIB
Ratusan Warga Serbu Kebun Raya Bogor Sambut Mekar Langka Bunga Bangkai

GELORA.ME - Ratusan warga memadati Kebun Raya Bogor sejak pagi hari, Jumat (6 Februari 2026), untuk menyaksikan fenomena botani yang sangat langka: mekarnya bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum). Bunga setinggi 140 sentimeter yang terakhir kali mekar pada 2014 ini diprediksi hanya bertahan dalam kondisi sempurna selama dua hari, menciptakan antusiasme luar biasa di kalangan pengunjung dan pencinta alam.

Momen Langka Setelah Dua Belas Tahun

Bunga bangkai yang menjadi pusat perhatian ini bukanlah tanaman biasa. Ia merupakan koleksi berharga yang telah ditanam dan dirawat di Kebun Raya Bogor sejak 1992. Siklus mekarnya yang bisa mencapai belasan tahun—dengan mekar terakhir tercatat pada 2014—menjadikan peristiwa ini sebagai tontonan yang sangat dinanti. Kehadirannya bukan sekadar atraksi, melainkan bukti nyata dari upaya konservasi jangka panjang terhadap spesies langka.

Suasana antusias jelas terlihat di antara kerumunan pengunjung. Riane, salah seorang pengunjung yang datang khusus dari Jakarta, mengungkapkan kegembiraannya bisa menyaksikan momen historis ini secara langsung.

"Sangat antusias, sengaja datang ke sini karena tahu dari media sosial kalau bunganya mekar. Ini momen langka, belum tentu sepuluh tahun lagi bisa lihat lagi," tuturnya.

Aturan Khusus untuk Kelestarian

Menyikapi membludaknya pengunjung, pengelola Kebun Raya Bogor mengambil langkah-langkah khusus untuk memastikan kelestarian tanaman dan kenyamanan bersama. Pengawasan di sekitar lokasi bunga diperketat, sementara waktu kunjungan untuk setiap kelompok dibatasi secara ketat.

Zaenal Arifin, selaku Pengelola Kebun Raya Bogor, menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut.

"Kami harus membatasi waktu pengunjung di area lokasi bunga untuk menjaga ekosistem tanaman agar tidak rusak dan memastikan keselamatan serta kenyamanan pengunjung lainnya karena antrean yang cukup panjang," jelasnya.

Langkah ini menunjukkan pertimbangan yang matang, di mana antusiasme publik harus seimbang dengan tanggung jawab menjaga koleksi botani yang tak ternilai. Fenomena ini sekaligus mengingatkan publik akan peran vital kebun raya sebagai benteng terakhir konservasi keanekaragaman hayati, jauh melampaui fungsi sebagai tempat rekreasi biasa. Bagi yang ingin menyaksikan, waktu memang sangat terbatas sebelum bunga yang spektakuler ini memasuki fase dormannya kembali.

Editor: Sara Kristina

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar