Elektabilitas Tinggi Beri Prabowo Kebebasan Pilih Pendamping di Pilpres 2029

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 22:25 WIB
Elektabilitas Tinggi Beri Prabowo Kebebasan Pilih Pendamping di Pilpres 2029

GELORA.ME - Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto yang masih sangat tinggi di atas 70 persen, berdasarkan survei terbaru, membuka ruang luas bagi sang petahana untuk memilih pendampingnya dalam Pilpres 2029. Analis politik menilai posisi kuat ini memberi Prabowo keleluasaan, di mana pilihan calon wakil presiden tidak terbatas pada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan bisa berasal dari internal partai atau koalisi. Wacana ini semakin hangat disusul seruan terbuka dari elite Partai Gerindra agar Prabowo mencalonkan diri untuk periode kedua.

Posisi Kuat Memberi Keleluasaan Strategis

Managing Director Public Policy & Politics Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, mengonfirmasi bahwa elektabilitas Prabowo Subianto masih unggul jauh dibandingkan tokoh nasional lainnya berdasarkan survei lembaganya pada akhir Oktober hingga awal November 2025. Posisi nyaman sebagai presiden incumbent ini, menurutnya, memberikan ruang gerak yang lebih independen.

Fadhli menjelaskan, "Elektabilitas Prabowo Subianto masih cukup besar, lebih dari 70 persen dibandingkan tokoh nasional lainnya. Sebagai presiden incumbent di periode kedua, Presiden Prabowo akan lebih cenderung independen dalam menentukan siapa yang akan beliau pilih."

Dengan modal elektabilitas yang solid, lanjutnya, Prabowo memiliki kebebasan yang luas untuk menentukan pasangan capres-cawapres. Pilihan tersebut tidak harus selalu jatuh kepada Gibran, melainkan bisa merujuk pada figur dari internal Gerindra atau partai-partai pendukung koalisi pemerintahannya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peluang Gibran tetap ada, meski kecil. "Peluang Prabowo memilih Gibran sebagai cawapres ada, tapi kecil tergantung elektabilitas dan acceptabilitas, serta hubungan dan komunikasi politik Jokowi terhadap Prabowo," tegas Fadhli.

Seruan Dua Periode dari Internal Partai

Di sisi lain, gelora dukungan untuk Prabowo maju kembali telah secara resmi digaungkan dari dalam partainya sendiri. Dalam acara syukuran HUT ke-18 Gerindra di Kompleks Parlemen Senayan, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, secara terbuka menyerukan hal tersebut di hadapan para kader.

Muzani meminta seluruh jajaran partai untuk terus mendukung pemerintahan Prabowo. "Sayangilah, bantulah, dan dukunglah terus-menerus pemerintahan Prabowo ini untuk Indonesia yang lebih baik," ucapnya.

Suasana semakin panas ketika Muzani memimpin yel-yel yang disambut riuh rendah para kader. "Saya tanya Gerindra, jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode!," seru Muzani.

"Gerindra? Menang. Prabowo? Presiden. Presiden? Dua periode!," sahut seluruh kader Gerindra serempak, menggemakan ruangan.

Fokus Masih pada Pengawasan Pemerintahan

Meski wacana sudah mengemuka, jajaran partai menyatakan bahwa pembicaraan mengenai pendampingan untuk Pilpres 2029 belum dimulai. Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono, menegaskan bahwa kursi calon wakil presiden masih benar-benar kosong dan belum ada pembahasan sama sekali.

"Kita enggak pernah, belum pernah. Belum pernah membuka pembicaraan itu," ungkapnya dengan tegas.

Sugiono menambahkan bahwa fokus Gerindra saat ini masih pada pengawalan program-program pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, peta politik tiga tahun ke depan memang akan bergerak dinamis, namun partai memilih untuk berkonsentrasi pada tugas saat ini.

"Jadi tidak ada bicara itu, masih fokus pada, itu tadi saya sampaikan, perjuangan ini masih panjang, perjuangan ini masih panjang. Kita masih, program-program yang diluncurkan oleh Pak Presiden ini juga harus terus kita kawal kesuksesannya," jelasnya.

Dukungan dari Luar Lingkar Partai

Pembicaraan mengenai pasangan Prabowo-Gibran untuk periode berikutnya juga mendapat angin dari pihak luar. Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang tak lain adalah ayah dari Gibran Rakabuming Raka, secara terbuka telah menyatakan dukungannya terhadap duet tersebut.

Saat ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, Jokowi dengan singkat menyampaikan harapannya. "Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja," kata Jokowi, menutup percakapan mengenai topik itu.

Pernyataan-pernyataan dari berbagai pihak ini menunjukkan bahwa meski jarak pemilihan masih tiga tahun, dinamika politik sudah mulai memanas. Posisi elektabilitas Prabowo yang kuat menjadi faktor kunci yang akan sangat mempengaruhi peta koalisi dan keputusan strategis menuju kontestasi 2029.

Editor: Guntur Rahardjo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar