GELORA.ME - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menjadi sorotan setelah muncul wacana dari internal partainya agar ia maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Menanggapi hal itu, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas memberikan pernyataan terbuka yang justru memicu beragam tafsir di tengah publik.
Respons Terbuka Zulhas Picu Spekulasi
Wacana pencalonan Zulhas sebagai wapres Prabowo mengemuka setelah mendapat dorongan dari sejumlah elite internal PAN. Situasi ini semakin menarik perhatian ketika Zulhas sendiri memberikan respons yang tidak menepis, melainkan membuka ruang untuk interpretasi lebih luas. Pernyataan itu ia sampaikan di sela kegiatan sosial membagikan sembako kepada pengemudi ojek online di Kantor Bulog Sulselbar, Jumat (6/2/2026).
Dengan nada yang terdengar penuh perhitungan, Zulhas mengungkapkan, "Saya ini kalah 15 tahun. Masa menangnya cuma 10 tahun? Harus lebih lama dari itu."
Ia kemudian melanjutkan pernyataannya dengan kalimat yang semakin mengerucut, "Kalau menang, ya menang sampai sukses. Bisa dua kali, tiga kali."
Pintu Peluang yang Terbuka Lebar
Ucapan politisi senior tersebut langsung menjadi bahan analisis di kalangan pengamat. Alih-alih meredam, pernyataannya justru dianggap sebagai sinyal politik bahwa peluang untuk maju dalam kontestasi 2029 terbuka lebar. Dorongan dari internal partainya sendiri telah memberikan landasan kuat bagi wacana ini untuk terus berkembang, meski pemilu masih berjarak cukup lama.
Dinamika ini juga menyisakan pertanyaan mengenai konfigurasi politik ke depan, khususnya terkait dukungan untuk periode kepemimpinan berikutnya. Wacana yang berkembang saat ini tampak lebih memusat pada pasangan potensial di periode kedua, sementara pembicaraan mengenai dukungan untuk wakil presiden petahana belum mengemuka dengan intensitas yang sama.
Langkah dan pernyataan Zulhas ke depan akan terus diawasi, karena dapat menjadi indikator awal arah koalisi dan strategi politik menuju tahun 2029. Situasi ini menunjukkan bahwa peta politik nasional sudah mulai aktif, bahkan jauh sebelum pertarungan elektoral benar-benar dimulai.
Artikel Terkait
Dasco: Wacana Dua Periode Prabowo Masih Prematur, Fokus ke Kinerja
KPK Ungkap Kronologi OTT Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terkait Suap Lahan
Pandji Apresiasi Sikap Wapres Gibran Soal Kasus Penistaan Agama
Strategi Politik Jokowi di PSI: Benturkan Jalur Hukum untuk Lindungi Citra?