Karhutla Masih Melanda Lima Wilayah di Riau, Status Darurat Belum Ditetapkan

- Minggu, 08 Februari 2026 | 00:00 WIB
Karhutla Masih Melanda Lima Wilayah di Riau, Status Darurat Belum Ditetapkan

GELORA.ME - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda lima wilayah di Provinsi Riau hingga Sabtu (7/2/2026). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) setempat, titik api masih aktif di Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai. Upaya pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak di lapangan.

Pemadaman Terus Berlangsung dengan Bantuan Swasta

Tim gabungan dari BPBD Damkar Riau dan sejumlah pihak terkait masih berjibaku memadamkan titik-titik api yang tersisa. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, mengonfirmasi bahwa operasi di kelima daerah tersebut belum sepenuhnya usai.

Jim Gafur menjelaskan, "Untuk karhutla saat ini masih terjadi di Bengkalis, Meranti, Siak, Pelalawan, dan Dumai. Seluruhnya masih dalam proses pemadaman dan pendinginan."

Upaya di lapangan mendapat dukungan dari berbagai elemen, termasuk sektor swasta. Di Kabupaten Pelalawan, misalnya, operasi pemadaman dibantu oleh helikopter water bombing yang disediakan oleh perusahaan.

Status Darurat dan Tantangan Bantuan Pusat

Meski situasinya cukup serius, Riau hingga saat ini belum menetapkan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi. Kondisi ini berimbas pada belum tersedianya bantuan helikopter water bombing dari pemerintah pusat.

"Riau belum memiliki helikopter water bombing dari pemerintah pusat karena belum menetapkan status siaga darurat. Namun, di Pelalawan ada bantuan helikopter dari pihak perusahaan," ungkap Jim Gafur.

Oleh karena itu, BPBD Damkar Riau secara aktif mendorong pemerintah kabupaten dan kota di wilayah terdampak untuk segera menetapkan status darurat di tingkat daerah. Langkah ini dinilai krusial sebagai dasar untuk mengajukan penetapan status dan bantuan yang lebih luas.

Jim Gafur memaparkan, "Kami minta daerah yang sudah terjadi karhutla untuk menetapkan status. Kalau sudah ada daerah yang menetapkan, baru bisa dibahas penetapan status di tingkat provinsi."

Peringatan BMKG dan Imbauan Kewaspadaan

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait pola cuaca ke depan. Diprediksi, Riau akan memasuki periode musim kemarau singkat di awal tahun ini, sebelum kembali diguyur hujan hingga pertengahan tahun.

Namun, puncak tantangan diperkirakan akan datang setelahnya. "BMKG memprediksi awal tahun ini ada musim kemarau, kemudian hujan kembali hingga pertengahan tahun. Setelah itu, akan masuk musim kemarau kedua yang diperkirakan berlangsung cukup lama," tutur Jim Gafur menyampaikan informasi dari BMKG.

Menyikapi prediksi ini, BPBD Damkar Riau mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait untuk tidak lengah. Kewaspadaan dini dan penguatan langkah-langkah pencegahan, seperti patroli dan pemantauan titik panas, menjadi sangat penting untuk mencegah meluasnya kebakaran pada musim kemarau panjang yang diprediksi akan datang.

Editor: Nining Rohmah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar