Analis: Wajar Gerindra Andalkan Prabowo untuk Pilpres 2029, Tapi Koalisi Belum Terbentuk

- Senin, 09 Februari 2026 | 20:25 WIB
Analis: Wajar Gerindra Andalkan Prabowo untuk Pilpres 2029, Tapi Koalisi Belum Terbentuk

GELORA.ME - Partai Gerindra dinilai memiliki alasan kuat untuk percaya diri mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Analisis ini disampaikan peneliti politik, yang menilai wajar partai tersebut mengedepankan nama petahana yang memiliki tingkat kepuasan publik dan elektabilitas tinggi, meski pembahasan pendamping dan koalisi pendukung dinilai masih sangat prematur.

Analisis: Wajar Gerindra Andalkan Elektabilitas Petahana

Bawono Kumoro, Peneliti dari Indikator Politik Indonesia, menjelaskan bahwa kepercayaan diri Gerindra memiliki dasar yang kuat. Status Prabowo sebagai presiden petahana dengan catatan elektabilitas yang solid, ditambah posisinya sebagai pendiri partai, menjadi faktor kunci. Menurutnya, kombinasi ini membuat langkah Gerindra terlihat logis dalam peta politik nasional.

"Sebagai presiden petahana dengan tingkat approval rating dan tingkat elektabilitas tinggi, serta merupakan pendiri Partai Gerindra maka wajar saja bila Partai Gerindra mencalonkan kembali Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2029," tutur Bawono kepada Inilah.com, Senin (9/2/2026).

Namun, Bawono dengan tegas mengingatkan bahwa wacana tentang calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo masih terlalu awal untuk dibicarakan. Ia menekankan bahwa lanskap politik untuk Pilpres 2029 belum terbentuk, termasuk koalisi partai-partai yang akan mendukung pencalonan tersebut.

"Karena koalisi partai-partai politik pengusung bagi Prabowo Subianto di Pemilu 2029 juga belum terbentuk. Saat ini belum ada koalisi bagi hal tersebut," katanya.

Fokus Masih pada Pengawalan Pemerintahan

Lebih lanjut, Bawono mengamati bahwa partai-partai pendukung pemerintah saat ini masih berkonsentrasi penuh pada proses pengawalan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan. Prioritas ini, menurutnya, akan menentukan pembicaraan politik ke depannya.

"Jadi pembahasan mengenai siapa figur akan mendampingi Prabowo di pemilihan presiden tahun 2029 mendatang, tentu saja baru akan terjadi apabila koalisi partai-partai politik untuk pencalonan kembali Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2029 sudah terbentuk," pungkasnya.

Gaung Dua Periode dan Respons Internal Partai

Wacana periode kedua untuk Prabowo memang telah mulai bergulir di internal Gerindra. Isu ini lebih dulu digaungkan oleh Ketua Harian Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, dalam peringatan HUT ke-18 partai di Kompleks Parlemen, Jakarta.

“Sayangilah, bantulah, dan dukunglah terus-menerus pemerintahan Prabowo ini untuk Indonesia yang lebih baik,” ucap Muzani di hadapan kader.

Seruan itu kemudian ditutup dengan yel-yel yang riuh dari para kader, memperkuat atmosfer dukungan untuk kepemimpinan yang berlanjut.

“Saya tanya Gerindra, jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode!,” serunya.

“Gerindra? Menang. Prabowo? Presiden. Presiden? Dua periode!,” balas kader.

Sikap Resmi: Belum Ada Pembahasan Formal

Meski gaungnya mulai terdengar, sikap resmi partai tampak lebih berhati-hati. Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono, menegaskan bahwa partainya belum masuk ke dalam pembahasan formal terkait Pilpres 2029. Pernyataan ini seolah menjadi penyeimbang dari euforia yang muncul di lapangan.

“Kita enggak pernah, belum pernah. Belum pernah membuka pembicaraan itu,” ujarnya.

Sugiono menekankan bahwa fokus Gerindra saat ini masih tertuju pada pengawalan program-program pemerintah yang sedang berjalan. Ia menggambarkan tugas mengawal pemerintahan saat ini sebagai sebuah perjuangan panjang yang memerlukan konsentrasi penuh.

“Jadi tidak ada bicara itu, masih fokus pada, itu tadi saya sampaikan, perjuangan ini masih panjang, perjuangan ini masih panjang. Kita masih, program-program yang diluncurkan oleh Pak Presiden ini juga harus terus kita kawal kesuksesannya,” jelasnya.

Dengan demikian, meski analisis politik melihat peluang itu terbuka lebar, dinamika internal dan penempatan prioritas partai menunjukkan bahwa jalan menuju pencalonan 2029 masih memerlukan waktu dan proses yang tidak sebentar.

Editor: Nining Rohmah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar