Supriadi: 18 Menit Singkat yang Berarti di Tengah Persaingan Ketat Persik

- Selasa, 10 Februari 2026 | 06:30 WIB
Supriadi: 18 Menit Singkat yang Berarti di Tengah Persaingan Ketat Persik

GELORA.ME - Persaingan untuk mendapatkan menit bermain di lapangan hijau semakin ketat, terutama dengan regulasi baru yang memberikan ruang lebih luas bagi pemain asing dan muda. Dalam atmosfer kompetitif ini, setiap kesempatan yang diberikan pelatih, sekecil apa pun, menjadi sangat berharga. Hal itulah yang baru saja dialami M. Supriadi, winger Persik Kediri, yang merasakan dampak signifikan dari tampil selama 18 menit dalam kemenangan timnya atas Dewa United.

Manfaat Singkat di Lapangan Hijau

Pada laga pekan ke-20 BRI Super League di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (7/2/2026) lalu, Supriadi dipasang oleh pelatih Marcos Reina menggantikan Ernesto Gomez di menit ke-80. Dengan tambahan waktu injury time, pemain berusia 24 tahun itu total menghabiskan 18 menit di atas rumput. Meski singkat, momen itu cukup untuk memberinya suntikan kepercayaan diri dan kontribusi nyata dalam kemenangan tipis 2-1 Persik.

Bagi seorang pemain yang kerap harus bersaing ketat di bangku cadangan, kesempatan seperti ini bukan sekadar formalitas. Ia adalah bukti kepercayaan dari pelatih dan peluang untuk membuktikan diri di tengah tekanan kompetisi yang makin deras, terutama dengan kuota tujuh pemain asing dan aturan pemain U-22 yang berlaku.

Rasa Syukur dan Motivasi ke Depan

Dalam percakapan terpisah, Supriadi tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengakui betapa penting momen tersebut, baik bagi tim maupun bagi perkembangan kariernya secara personal.

"Ini pertandingan sangat penting bagi tim dan saya pribadi. Persik menang dan saya ada di dalamnya," ungkapnya, Senin (9/1/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sang arsitek tim. "Saya berterima kasih kepada coach Marcos Reina memberi kesempatan main," lanjut mantan pemain Persebaya itu.

Pengalaman di lapangan, meski hanya dalam hitungan menit, sering kali menjadi pembelajaran yang tak ternilai. Bagi pemain seperti Supriadi, hal itu bisa menjadi batu loncatan untuk meraih kepercayaan yang lebih besar, mengasah ritme permainan, dan memperkuat posisinya dalam skuad. Di mata para pengamat, keputusan pelatih untuk melakukan rotasi di menit-menit akhir juga mencerminkan strategi manajemen skuad yang memperhitungkan kedalaman dan semangat seluruh anggota tim.

Editor: Sugeng Hariyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar