OTT KPK di Ponorogo: Bupati, Sekda, Dirut RSUD, dan Adik Kandung Diamankan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Ponorogo, Jawa Timur. OTT KPK ini tidak hanya menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, tetapi juga mengungkap keterlibatan sejumlah pejabat tinggi dan pihak swasta.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tujuh orang yang termasuk dalam lingkaran dalam Bupati telah diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Mereka adalah tokoh-tokoh kunci dalam struktur pemerintahan Ponorogo.
Daftar Pejabat dan Pihak Terkait OTT KPK Ponorogo
Berikut adalah rincian ketujuh pihak yang diamankan dalam OTT KPK Ponorogo dan dibawa ke Gedung KPK di Kuningan, Jakarta:
- Bupati Ponorogo: Sugiri Sancoko
- Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo: Agus Pramono
- Direktur Utama (Dirut) RSUD dr. Harjono: Yunus Mahatma
- Kepala Bidang Mutasi Sekretariat Daerah (Setda)
- Tiga Pihak Swasta, salah satunya adalah adik kandung Bupati Sugiri Sancoko.
Budi Prasetyo menegaskan, "Pihak-pihak yang diamankan dan dibawa ke Jakarta pagi ini yaitu Bupati, Sekda, Dirut RSUD, Kabid Mutasi Setda, dan 3 pihak swasta. Salah satunya adik Bupati." Total, terdapat 13 orang yang terjaring dalam operasi yang digelar pada Jumat malam tersebut.
Kronologi Kedatangan Tersangka OTT di Gedung KPK
Sugiri Sancoko beserta enam orang lainnya tiba di Gedung KPK pada Sabtu pagi, 8 November 2025, sekitar pukul 08.10 WIB. Bupati Ponorogo tersebut terlihat mengenakan pakaian hitam dan menutupi wajahnya dengan masker.
Kedatangan rombongan dari Ponorogo ini mendapat pengawalan ketat dari polisi dan petugas KPK. Semua pihak yang diamankan langsung digiring masuk ke Gedung Merah Putih KPK tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada para wartawan yang telah menunggu.
Operasi Tangkap Tangan KPK di Ponorogo ini kembali menyoroti praktik korupsi yang melibatkan kepala daerah dan jajarannya. Publik menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai modus dan dugaan tindak pidana korupsi yang melatarbelakangi OTT besar-besaran ini.
Artikel Terkait
Pengamat Kritik Jokowi Soal Wacana Dua Periode Prabowo-Gibran
Analisis: Dukungan Partai untuk Gibran di Pilpres 2029 Terbatas, Hanya PSI yang Dianggap Potensial
Mantan Ketua Harimau Jokowi: Tidak Ada yang Menandingi Pencitraan dan Manipulasi Politik Jokowi
Analis: Wajar Gerindra Andalkan Prabowo untuk Pilpres 2029, Tapi Koalisi Belum Terbentuk