Pengamat Nilai Wacana Dua Periode Prabowo Masih Cek Ombak

- Minggu, 08 Februari 2026 | 23:00 WIB
Pengamat Nilai Wacana Dua Periode Prabowo Masih Cek Ombak

GELORA.ME - Gaungan dukungan untuk Presiden Prabowo Subianto maju dua periode yang disuarakan elite Partai Gerindra dinilai para pengamat politik belum mencerminkan keputusan final. Seruan yang mengemuka dalam perayaan ulang tahun partai itu lebih dipandang sebagai langkah awal untuk mengukur suhu politik dan respons publik, sembari fokus pemerintahan masih diutamakan.

Analisis di Balik Gaungan Dua Periode

Dorongan agar Prabowo kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2029 muncul secara terbuka dari Ketua Harian Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Dalam acara HUT partai ke-18 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026), Muzani mengajak seluruh kader merapatkan barisan. Suasana saat itu pun memanas dengan yel-yel yang disambut serempak.

“Sayangilah, bantulah, dan dukunglah terus-menerus pemerintahan Prabowo ini untuk Indonesia yang lebih baik,” ucap Muzani.

Ia kemudian memimpin sorak bersama para kader, “Saya tanya Gerindra, jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode!”

Respons Internal: Fokus Masih pada Pemerintahan

Meski gaungan itu mulai terdengar, sikap internal partai tampak lebih berhati-hati. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menegaskan bahwa partainya belum masuk dalam fase pembahasan Pilpres 2029. Penekanannya justru pada pengawalan program-program pemerintahan saat ini.

“Kita enggak pernah, belum pernah. Belum pernah membuka pembicaraan itu,” tegas Sugiono.

Ia melanjutkan bahwa perjuangan politik masih panjang dan memerlukan konsentrasi penuh. “Jadi tidak ada bicara itu, masih fokus pada, itu tadi saya sampaikan, perjuangan ini masih panjang. Kita masih, program-program yang diluncurkan oleh Pak Presiden ini juga harus terus kita kawal kesuksesannya,” jelasnya.

Pandangan Pengamat: Dinamika Masih Sangat Cair

Melihat perkembangan ini, pengamat politik menilai langkah Gerindra sebagai bentuk “cek ombak” atau pengujian persepsi. Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), menyoroti bahwa dinamika yang terlihat belum mengindikasikan retaknya relasi politik antarelite.

“Saya kira ini semacam cek ombak saja. Melihat persepsi publik ketika Prabowo bersama atau tidak bersama di 2029,” ungkap Herry.

Menurutnya, situasi masih sangat cair dan bisa berubah sewaktu-waktu. Polarisasi dan preferensi politik publik masih mungkin mengalami pergeseran. “Belum tentu ini bisa disebut perpecahan antara Prabowo dan Jokowi, karena masih jauh untuk menyimpulkan, dinamika internal juga masih sangat dinamis,” lanjutnya.

Herry juga mengingatkan bahwa dalam dunia politik, relasi sering kali dibangun berdasarkan kepentingan strategis yang saling menguntungkan. “Apalagi diferensiasi maka Prabowo dan Jokowi akan selalu bicara kepentingan saling membutuhkan,” pungkasnya.

Dengan demikian, gaungan dua periode yang mulai terdengar lebih menyerupai gelombang pertama dalam sebuah percakapan politik panjang. Sementara pesan resmi partai tetap mengedepankan keseriusan dalam mendukung kinerja pemerintahan saat ini, langkah-langkah ke depan masih akan sangat ditentukan oleh peta kekuatan dan dinamika yang terus berkembang.

Editor: Rizky Handoko

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar