KPK Didesak Segera Tetapkan Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan desakan untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terkait dengan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi menyatakan bahwa proyek Whoosh dinikmati hanya oleh sebagian penduduk di wilayah Jakarta dan Bandung, namun justru menjadi beban finansial bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Semua itu akibat ambisi mantan Presiden Jokowi yang bikin sengsara rakyat dan negara," ujar Muslim kepada RMOL, pada Minggu, 9 November 2025.
Selain meninggalkan beban utang yang harus ditanggung hingga 60 tahun ke depan, proyek yang digagas pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini juga diduga mengalami markup, sehingga biaya pembangunannya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan penerapan di negara lain.
"Proyek ini juga sangat dipaksakan tanpa mempertimbangkan masukan dari pihak lain," tambah Muslim.
Oleh karena itu, ia berharap agar kasus yang sedang diusut oleh KPK ini dapat segera mengungkap dan meringkus aktor utama di balik beban utang negara yang harus ditanggung selama puluhan tahun tersebut.
"KPK segera menetapkan tersangka, pelakunya karena KPK mengaku telah mengusutnya sejak Januari 2025. Siapa pun dia, Jokowi atau Luhut sekalipun," tegas Muslim.
Artikel Terkait
Buni Yani Ragukan Komitmen KPK Jika Belum Sentuh Kasus Jokowi dan Keluarga
Analis: PSI Hadapi Tantangan Berat Tanpa Fondasi Organisasi yang Kuat
Elektabilitas Tinggi Beri Prabowo Kebebasan Pilih Pendamping di Pilpres 2029
Gerindra Serukan Dua Periode Prabowo, Tanpa Sertakan Nama Gibran