GELORA.ME - Dalam acara NetApp Insight Xtra Singapore 2026, Andrew Sotiropoulos, Vice President dan General Manager NetApp APAC, menegaskan peran sentral data sebagai fondasi pengetahuan dan nilai bisnis. Acara ini menjadi panggung bagi perusahaan untuk memaparkan visi dan solusi teknologi terbarunya dalam menghadapi tantangan kompleksitas data di era kecerdasan buatan (AI).
Visi NetApp di Era AI: Dari Tantangan Menjadi Solusi
Andrew Sotiropoulos membuka presentasinya dengan menggarisbawahi perkembangan teknologi yang pesat, sekaligus sebuah paradoks yang dihadapi industri. Meski AI menjanjikan efisiensi luar biasa, faktanya hingga 80 persen waktu dalam proyek AI justru tersita hanya untuk mempersiapkan dan membersihkan data. Tantangan inilah yang mendorong NetApp untuk tidak hanya fokus pada penyimpanan, tetapi membangun lingkungan data yang cerdas dan siap pakai.
Visi tersebut diwujudkan melalui infrastruktur data pintar yang dirancang untuk mengelola data tidak terstruktur—seperti video dan dokumen—secara lebih efisien. Platform terpadu ini bertujuan memangkas kerumitan teknis sehingga organisasi dapat lebih cepat memperoleh insight dari informasi yang mereka miliki.
Memperkenalkan NetApp Data Platform
Sebagai jawaban konkret, NetApp secara resmi meluncurkan NetApp Data Platform. Platform ini dibangun dengan tiga pilar kapabilitas utama untuk mendukung kebutuhan infrastruktur yang kompleks.
Pertama, NetApp AFX Series, sebuah sistem yang menyatukan node akses flash berkinerja tinggi dengan node proses seperti GPU NVIDIA dalam satu sistem virtual yang aman. Kedua, Mesin Metadata, perangkat lunak pintar yang terintegrasi dengan ONTAP untuk mengorganisir data dengan penandaan khusus dan menjaga metadata tetap tersinkronisasi secara real-time.
Yang ketiga adalah NetApp Data Engine, yang bertugas menggabungkan inovasi NetApp dengan platform AI NVIDIA. Fungsinya adalah mengubah data mentah menjadi data yang benar-benar siap diolah oleh AI, dan ini berlaku di seluruh ekosistem hybrid cloud.
Kolaborasi Strategis dengan NVIDIA
Kerja sama dengan NVIDIA menjadi titik penting dalam strategi ini. Dalam sebuah video yang ditayangkan, CEO NVIDIA Jensen Huang memberikan penekanan pada signifikansi kemitraan ini.
"Ini merupakan upaya untuk menginventarisasi penyimpanan AI untuk pertama kalinya dalam sejarah," ungkap Huang.
Ia melanjutkan, platform tunggal ini memungkinkan perusahaan mengelola data multimedia dan multimodal, yang 90 persen di antaranya bersifat tidak terstruktur, secara konsisten di semua lingkungan cloud.
Bukti Keandalan dari Lapangan
Untuk memperkuat kredibilitas teknologi yang ditawarkan, NetApp menyertakan testimoni dari pengguna yang telah lama bekerja sama. Agensi Luar Negeri Eropa (ESA) disebut telah menjadi mitra selama dua dekade tanpa pernah mengalami kehilangan data, bahkan saat menangani proyek besar seperti pemetaan jutaan galaksi. Pengalaman lapangan semacam ini memberikan konteks nyata tentang ketahanan dan keandalan solusi yang dikembangkan.
Mengakhiri presentasinya, Andrew Sotiropoulos menegaskan bahwa industri kini memasuki era platform data unifikasi. Menurutnya, ini bukan sekadar tren teknologi, melainkan solusi kritis untuk mengubah tumpukan data menjadi pengetahuan yang dapat secara langsung meningkatkan produktivitas dan mencapai tujuan bisnis yang lebih strategis.
Artikel Terkait
Rosenior Akui Chelsea Perbaiki Pertahanan Meski Serangan Produktif
KPU Serahkan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Respons Publik Terbelah
Ammar Zoni Ajukan Permohonan Perlindungan Hukum Langsung ke Presiden Prabowo
Rosenior: Hampir Seluruh Skuad Chelsea Siap Hadapi Leeds