AMRO Rayakan Satu Dekade, Kini Fokus pada Ketahanan Ekonomi Jangka Panjang

- Senin, 09 Februari 2026 | 13:00 WIB
AMRO Rayakan Satu Dekade, Kini Fokus pada Ketahanan Ekonomi Jangka Panjang

GELORA.ME - Unit Pemantauan Ekonomi Makro ASEAN 3 (AMRO) merayakan satu dekade penuh sebagai organisasi internasional yang berdiri sendiri. Peringatan sepuluh tahun ini menandai perjalanan transformatif lembaga tersebut, dari sebuah unit pendukung menjadi penasihat kebijakan makroekonomi dan keuangan yang kredibel bagi kawasan ASEAN 3, yang terdiri dari sepuluh negara anggota ASEAN ditambah China, Jepang, dan Korea Selatan.

Pencapaian ini bukanlah proses yang instan. Sejak resmi berdiri sebagai entitas internasional pada 2016, AMRO secara bertahap membangun fondasi keahlian dan independensinya. Awalnya berperan mendukung Inisiatif Chiang Mai yang Multilateral (CMIM), lembaga ini kini telah berkembang menjadi mitra strategis yang diakui, dengan mandat penuh untuk menjaga ketahanan ekonomi dan stabilitas keuangan regional.

Membangun Kredibilitas di Tengah Gejolak Global

Perjalanan sepuluh tahun terakhir berlangsung dalam lanskap ekonomi global yang penuh tantangan. AMRO tidak hanya membangun kapasitas kelembagaan, tetapi juga diuji oleh serangkaian krisis, mulai dari pandemi, ketegangan perdagangan, hingga konflik geopolitik. Pengalaman di lapangan inilah yang kemudian mengasah kemampuan organisasi dalam memberikan analisis dan rekomendasi kebijakan yang tepat waktu dan kontekstual bagi para anggotanya.

Yasuto Watanabe, Direktur sekaligus CEO AMRO, merefleksikan perjalanan tersebut. "Dekade pertama AMRO adalah tentang membangun kredibilitas, independensi, dan kepercayaan," ujarnya.

Watanabe menambahkan bahwa periode tersebut juga merupakan ujian nyata di tengah ketidakpastian global yang meningkat. "Itu juga merupakan dekade pengujian di tengah ketidakpastian global yang meningkat dan guncangan berulang, termasuk pandemi global, siklus pengetatan keuangan yang tajam, ketegangan perdagangan, dan konflik geopolitik," jelasnya. Berbagai tantangan itu, menurutnya, turut membentuk karakter baik kawasan maupun AMRO sendiri.

Evolusi Mandat: Dari Respons Krisis ke Pembangunan Ketahanan

Seiring waktu, fokus AMRO mengalami evolusi yang signifikan. Jika di awal berdirinya penanganan krisis menjadi prioritas, kini lembaga ini semakin memperdalam perannya dalam membangun ketahanan ekonomi jangka panjang. Upaya ini diwujudkan melalui identifikasi kerentanan potensial, peningkatan kapasitas kelembagaan negara anggota, dan fasilitasi dialog kebijakan yang berorientasi masa depan.

Perubahan pendekatan ini digambarkan oleh Watanabe sebagai sebuah pergeseran strategis. "AMRO telah berkembang dari merespons krisis menjadi membantu kawasan mempersiapkan masa depan," tuturnya.

Dalam konteks geopolitik yang semakin kompleks, peran semacam ini dinilai krusial. "Dalam dunia yang semakin terfragmentasi, kerja sama dan integrasi regional menjadi lebih penting dari sebelumnya," lanjut Watanabe. Ia menegaskan bahwa institusi seperti AMRO dapat berfungsi sebagai jangkar stabilitas, kepercayaan, dan tindakan kolektif.

Menatap Dekade Kedua dengan Tantangan Baru

Memasuki dekade kedua, AMRO menyadari bahwa tantangan ke depan tidak akan lebih mudah. Kawasan ASEAN 3 menghadapi berbagai kekuatan transformatif, mulai dari percepatan digitalisasi, transisi hijau, perubahan demografi, hingga dinamika geo-ekonomi yang terus berubah. Untuk tetap relevan, organisasi ini berkomitmen memperdalam kapasitas analitis, mengembangkan kerangka kerja yang lebih canggih, dan merekrut talenta terbaik.

Refleksi atas satu dekade ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga momentum untuk memperkuat komitmen. Tujuan utamanya tetap sama: menjadi suara tepercaya yang mendukung integrasi regional yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Watanabe menutup dengan pandangan yang optimistis mengenai peran AMRO ke depan. "Satu dekade berlalu, AMRO melangkah maju dengan satu kawasan yang bersatu oleh tujuan bersama dan satu suara terpercaya untuk ASEAN 3," tegasnya.

Editor: Nining Rohmah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar