GELORA.ME - Tim nasional futsal Indonesia menorehkan sejarah baru dengan melangkah ke final Piala Asia AFC untuk pertama kalinya. Prestasi bersejarah ini diraih setelah pasukan Garuda Futsal mengalahkan Jepang dengan skor 5-3 dalam laga semifinal yang berlangsung sengit hingga perpanjangan waktu, Sabtu (6/2/2026). Di puncak perjuangan, Indonesia kini bersiap menghadapi raksasa Asia, Iran, di partai puncak yang digelar di Indonesia Arena.
Kemenangan Bersejarah Atas Jepang
Laga melawan Jepang menjadi ujian mental dan teknis yang berat. Indonesia tampil solid, mengontrol alur permainan, dan minim melakukan kesalahan dalam penguasaan bola. Pertahanan tim juga tampak kompak, meski harus menghadapi tekanan tinggi dari tim Samurai Biru. Momentum krusial terjadi di babak perpanjangan waktu, di mana Indonesia berhasil memanfaatkan peluang dengan lebih efektif untuk mengunci kemenangan bersejarah.
Hector Couto: "Ini Bukan Soal Satu Orang"
Di tengah sorotan dan pujian publik yang menyebutnya sebagai "pencetak sejarah", pelatih kepala Hector Couto justru dengan rendah hati mengalihkan seluruh pujian kepada tim. Pelatih asal Spanyol itu menekankan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh elemen.
"Saya bukan pembuat sejarah, tim inilah pembuat sejarahnya. Ini bukan soal satu orang, tapi keberhasilan semua orang yang bekerja bersama, termasuk staf dan pemain yang tidak bermain hari ini. Kami sangat bangga bisa mendorong batasan Indonesia ke standar internasional," tegasnya.
Couto juga mengapresiasi performa teknis anak asuhnya. Ia merasa puas dengan kemampuan tim mengendalikan pertandingan di masa-masa kritis, meski ada keputusan wasit yang dipertanyakannya.
"Saat extra time saya senang. Kami bisa mengontrol permainan, menahan bola, dan bertahan dengan baik. Meski ada keputusan penalti lawan yang menurut saya tidak terlalu jelas, saya meminta pemain untuk tidak berhenti dan kembali fokus. Saya bangga bagaimana mereka mengendalikan pertandingan secara strategis," lanjut Couto.
Menantang Sang Juara Bertahan
Jalan menuju gelar juara masih terhalang oleh tembok besar bernama Iran. Tim yang telah lama mendominasi futsal Asia itu melangkah ke final setelah mengalahkan Irak dengan skor 4-2. Sebagai juara bertahan dan tim papan atas dunia, Iran tentu masuk sebagai favorit utama.
Namun, Hector Couto menolak untuk menyerah pada prediksi. Dengan semangat juang tinggi dan dukungan penuh suporter tuan rumah, ia percaya bahwa segalanya masih mungkin terjadi di lapangan.
"Bagi sebagian orang mungkin piala sudah milik Iran, tapi bagi saya, piala itu masih harus diperebutkan. Tentu mereka tim kuat, tapi kami akan memainkan kartu kami. Jika kami menang, kami akan sangat senang membuktikan bahwa kami juga kuat," ungkapnya penuh keyakinan.
Partai final yang penuh gengsi ini dijadwalkan digelar pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, di Indonesia Arena. Pertandingan ini tidak hanya memperebutkan trofi, tetapi juga menjadi bukti nyata perkembangan pesat futsal Indonesia di kancah kontinental.
Artikel Terkait
Xpeng Pamerkan Teknologi AI dan Robot Humanoid di IIMS 2026
Puncak Klasemen BRI Liga 1 Diperebutkan, Borneo FC Hadapi Ujian Berat di Lampung
Harga Emas Antam Naik Rp30.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp66.000
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT Suap Percepatan Eksekusi Lahan