Operasi Militer AS di Venezuela: 80 Tewas, Pengawal & Staf Maduro Dibunuh Saat Penculikan

- Senin, 05 Januari 2026 | 09:50 WIB
Operasi Militer AS di Venezuela: 80 Tewas, Pengawal & Staf Maduro Dibunuh Saat Penculikan

Dalam pernyataan resminya, Lopez menegaskan bahwa pasukan AS membunuh banyak anggota pengawal kepresidenan saat menculik Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Bahkan, sejumlah staf kepresidenan yang berstatus warga sipil juga menjadi target.

"Angkatan bersenjata nasional Bolivarian dengan tegas menolak penculikan pengecut terhadap warga Nicolas Maduro Moros, presiden konstitusional Republik Bolivarian Venezuela dan Panglima Tertinggi kami, serta istrinya," tegas Lopez, seperti dikutip dari kantor berita Sputnik.

Lopez menambahkan, aksi penculikan tersebut didahului oleh upaya pasukan AS untuk melumpuhkan sistem keamanan di sekitar presiden dengan cara yang brutal. "Kejahatan itu dilakukan setelah sebagian besar tim keamanannya, personel militer, serta warga sipil yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam," ujarnya.

Insiden ini semakin memanas setelah laporan mengenai operasi militer AS di Venezuela dan penculikan Presiden Maduro menjadi sorotan media internasional. Situasi keamanan dan politik di Venezuela kini menjadi fokus dunia.

Halaman:

Komentar