Operasi Militer AS di Venezuela: 80 Tewas, Pengawal & Staf Maduro Dibunuh Saat Penculikan

- Senin, 05 Januari 2026 | 09:50 WIB
Operasi Militer AS di Venezuela: 80 Tewas, Pengawal & Staf Maduro Dibunuh Saat Penculikan

Operasi Militer AS di Venezuela: Menhan Sebut Pengawal dan Staf Maduro Dibunuh dengan Kejam

Dilaporkan dari pernyataan resmi pemerintah Venezuela | Terakhir diperbarui: 6 Januari 2026

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menuduh pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan pembunuhan kejam terhadap pengawal dan staf kepresidenan dalam operasi yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro.

Menurut laporan The New York Times yang mengutip pejabat senior Venezuela, serangan yang terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026 itu menewaskan sedikitnya 80 orang. Korban tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga termasuk warga sipil.

Pejabat Venezuela memperingatkan bahwa angka korban tewas berpotensi bertambah. Hal ini disebabkan proses penyisiran di lokasi serangan masih terus berlangsung. Hingga saat ini, pemerintah Venezuela belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah pasti korban jiwa dan luka-luka.

Halaman:

Komentar