Operasi Militer AS di Venezuela: Menhan Sebut Pengawal dan Staf Maduro Dibunuh dengan Kejam
Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menuduh pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan pembunuhan kejam terhadap pengawal dan staf kepresidenan dalam operasi yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro.
Menurut laporan The New York Times yang mengutip pejabat senior Venezuela, serangan yang terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026 itu menewaskan sedikitnya 80 orang. Korban tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga termasuk warga sipil.
Pejabat Venezuela memperingatkan bahwa angka korban tewas berpotensi bertambah. Hal ini disebabkan proses penyisiran di lokasi serangan masih terus berlangsung. Hingga saat ini, pemerintah Venezuela belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah pasti korban jiwa dan luka-luka.
Artikel Terkait
Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Resmi Cerai, Ini Isi Putusan PA Bandung 2026
Anak Politisi PKS Maman Suherman Tewas Ditikam, Pelaku HA Ditangkap dan Minta Dihukum Mati
Richard Lee Diperiksa Polisi: Tersangka Kasus Pelanggaran Kesehatan & Perlindungan Konsumen
Analisis Aristo Pangaribuan: Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Hampir Mustahil Dihentikan (SP3)