Dugaan Rapat Rahasia di Doha: Transisi Venezuela dan Peran Delcy Rodriguez

- Rabu, 07 Januari 2026 | 01:25 WIB
Dugaan Rapat Rahasia di Doha: Transisi Venezuela dan Peran Delcy Rodriguez

Dugaan Rapat Rahasia di Doha Sebelum Kejatuhan Maduro: Jejak Orang Dalam pada Transisi Venezuela

Keputusan yang berujung pada kejatuhan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ternyata tidak hanya didorong oleh tekanan eksternal dari Amerika Serikat. Fakta mengejutkan mengungkap adanya manuver diam-diam dari lingkaran dalam elite Caracas yang merancang masa depan Venezuela tanpa sang presiden.

Pertemuan Rahasia Elite Venezuela di Doha, Qatar

Informasi penting ini muncul seiring laporan mengenai pertemuan tertutup sejumlah pejabat tinggi Venezuela di Doha, Qatar. Rapat rahasia tersebut dikabarkan membahas skenario pemerintahan pasca-Maduro dan berlangsung tanpa sepengetahuan atau kehadiran Maduro sendiri.

Yang mencolok, nama Wakil Presiden Delcy Rodriguez muncul sebagai figur sentral yang memimpin dialog, didampingi oleh saudaranya, Jorge Rodriguez. Forum ini digambarkan sebagai pertemuan informal namun sangat strategis, yang mempertemukan elite politik Venezuela dengan mediator asing.

Peran Penghubung Asing dan Komunikasi dengan AS

Seorang anggota senior keluarga kerajaan Uni Emirat Arab disebut berperan sebagai penghubung antara rezim Caracas dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Hal ini terjadi di tengah makin meningkatnya tekanan Washington terhadap Venezuela.

Berdasarkan laporan Miami Herald, Delcy Rodriguez disebutkan menjalin komunikasi langsung dengan pihak Amerika. Dalam berbagai percakapan, ia dipandang sebagai figur yang "lebih dapat diterima" untuk memimpin Venezuela dibandingkan Maduro, membuka spekulasi kuat tentang transisi kekuasaan yang dirancang dari dalam.

Skenario "Madurismo Tanpa Maduro" dan Pernyataan Trump

Halaman:

Komentar