Mengungkap Cara Kerja CIA dalam Operasi Penangkapan Presiden Maduro
Presiden Donald Trump disebut memberikan kesempatan terakhir kepada pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, untuk mundur melalui panggilan telepon pribadi. Saat armada kapal perang AS berlayar di lepas pantai Venezuela, sebuah tim CIA dikabarkan telah menyusup ke negara tersebut untuk melacak pergerakan dan kebiasaan Maduro secara detail.
1. Pelacakan Mendalam CIA Terhadap Kebiasaan Maduro
Laporan intelijen mengungkap bahwa CIA telah memetakan pola hidup Maduro secara menyeluruh, termasuk tempat tidur, kebiasaan makan, dan perjalanannya. Bahkan hewan peliharaan sang presiden pun diketahui. Intelijen ini menjadi dasar untuk operasi yang direncanakan. Presiden Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago menyatakan bahwa Maduro hampir menyerah, namun akhirnya memilih untuk bertahan. Pembangkangan ini memicu fase akhir dari rencana rahasia yang diberi nama "Operasi Absolute Resolve".
2. Pengiriman Unit Kecil dan Latihan Intensif Pasukan Elit
Sejak Agustus, CIA diam-diam mengirim unit kecil ke Venezuela untuk mendapatkan wawasan langsung. Pasukan elit AS kemudian berlatih selama berbulan-bulan menggunakan replika kompleks kepresidenan Venezuela, mirip dengan metode yang digunakan dalam operasi pembunuhan Osama bin Laden. Mereka juga berlatih dengan peralatan khusus untuk membobol ruang aman berlapis baja. Sementara itu, lingkaran dalam Trump, termasuk beberapa nama seperti Marco Rubio dan John Ratcliffe, secara rutin membahas perkembangan operasi ini.
Artikel Terkait
Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Resmi Cerai, Ini Isi Putusan PA Bandung 2026
Anak Politisi PKS Maman Suherman Tewas Ditikam, Pelaku HA Ditangkap dan Minta Dihukum Mati
Richard Lee Diperiksa Polisi: Tersangka Kasus Pelanggaran Kesehatan & Perlindungan Konsumen
Analisis Aristo Pangaribuan: Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Hampir Mustahil Dihentikan (SP3)