Intervensi AS di Venezuela: Pola Hegemoni & Ironi Sejarah Amerika Latin Terulang

- Minggu, 04 Januari 2026 | 23:00 WIB
Intervensi AS di Venezuela: Pola Hegemoni & Ironi Sejarah Amerika Latin Terulang

Intervensi AS di Venezuela: Pola Lama Hegemoni di Amerika Latin yang Terulang Kembali

Ledakan di tengah malam kembali mengguncang Amerika Latin. Tindakan pasukan AS yang menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, di wilayahnya sendiri, bukanlah peristiwa yang terisolasi. Langkah ini membuka kembali "naskah lama" intervensi asing yang telah lama mendefinisikan dinamika politik di Benua Amerika.

Retorika Intervensi: Dari Demokrasi hingga Kepentingan Nasional

Amerika Serikat, yang sering menyebut diri sebagai "Pemimpin Dunia Bebas", membingkai aksinya dengan narasi luhur: membela demokrasi, HAM, dan mengakhiri penderitaan rakyat. Krisis ekonomi dan gelombang pengungsi Venezuela kerap dijadikan legitimasi untuk "intervensi kemanusiaan". Namun, tinjauan sejarah yang lebih luas mengungkap pola yang berulang. Narasi ini adalah tinta khusus yang bisa dihapus dan ditulis ulang sesuai kepentingan kekuatan yang berintervensi.

Ekor Panjang Sejarah: Dukungan AS untuk Kediktatoran di Amerika Latin

Ironi sejarah terlihat jelas. Beberapa dekade lalu, dengan dalih menangkal sosialisme dan menjaga stabilitas, AS justru mendanai, mempersenjatai, dan mendukung rezim diktator serta junta militer sayap kanan di berbagai negara seperti Chili, Argentina, dan Guatemala. Pemerintahan sayap kiri yang terpilih secara demokratis saat itu justru digulingkan. Tangan yang dulu mendukung kekuatan represif, kini tampil sebagai penegak demokrasi. Konstanta yang tidak berubah adalah prinsip tunggal: "Kepentingan AS".

Reaksi Terbelah Amerika Latin: Sorak dan Trauma Sejarah

Halaman:

Komentar