Gibran Bantah Kunjungan Papua Sebagai Pengasingan, Ini Kata Pengamat Politik

- Jumat, 07 November 2025 | 19:25 WIB
Gibran Bantah Kunjungan Papua Sebagai Pengasingan, Ini Kata Pengamat Politik

Gibran Tegaskan Kunjungan Papua Bukan Pengasingan, Ini Kata Pengamat

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kunjungannya ke Papua bukanlah bentuk pengasingan. Pernyataan ini menanggapi narasi yang selama ini beredar di publik mengenai perannya dalam pemerintahan.

Sejak awal memimpin bersama Presiden Prabowo Subianto, publik kerap mempertanyakan tugas spesifik yang dijalankan Gibran sebagai wakil presiden. Pertanyaan ini semakin mengemuka seiring dengan genapnya satu tahun pemerintahan.

Gibran Perlu Tugas Khusus untuk Tunjukkan Eksistensi

Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan Gibran tentang Papua menandai upayanya menunjukkan eksistensi politik dan tanggung jawab kenegaraan. "Salah satu yang disoroti adalah peran khusus atau tugas khusus yang dimiliki oleh wakil presiden," ujar Adi dalam analisisnya.

Adi yang merupakan Analis Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan bahwa dalam sejarahnya, wakil presiden Indonesia kerap memiliki peran tematik yang menonjol. Ia mencontohkan Jusuf Kalla yang berperan besar dalam isu ekonomi dan penyelesaian konflik Aceh, serta Ma'ruf Amin yang fokus pada penguatan ekonomi syariah.

Papua Bisa Jadi Pintu Masuk Pembuktian Gibran

Menurut analisis politik ini, Papua bisa menjadi pintu masuk bagi Gibran untuk tampil berbeda. Putra sulung mantan Presiden Jokowi itu berpeluang menjadikan wilayah timur Indonesia sebagai fokus akselerasi pembangunan.

Langkah Gibran ke Papua seharusnya dibaca sebagai peluang menegaskan fungsi politiknya sebagai wakil presiden muda yang membawa energi baru. "Alangkah lebih baiknya kalau Gibran punya penugasan khusus untuk melakukan akselerasi dan percepatan pembangunan di luar Jawa," pungkas Adi.

Dengan fokus pada pembangunan Indonesia Timur, Gibran dapat menunjukkan dirinya bukan sekadar simbol pendamping presiden, melainkan pemimpin yang memiliki kontribusi nyata dalam pemerintahan.

Editor: Daniel Purnama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar