GELORA.ME - Perum Bulog bersiap menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada awal tahun 2026. Program pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan ini menargetkan penyaluran untuk periode Februari dan Maret, dengan jumlah penerima yang hampir dua kali lipat dari program sebelumnya. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan lembaganya, sambil menunggu penyempurnaan data terpadu dari Kementerian Sosial agar bantuan tepat sasaran.
Kesiapan Logistik dan Timeline Penyaluran
Menghadapi skala distribusi yang sangat besar, Bulog telah melakukan perhitungan logistik yang matang. Kebutuhan beras untuk memenuhi program ini diperkirakan mencapai sekitar 600 ribu ton. Saat ini, persiapan teknis seperti pengadaan karung dan penyiapan jaringan distribusi masih terus dilakukan. Targetnya, penyaluran bisa dimulai secara nasional pada pertengahan Maret 2026, yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
Rizal menekankan bahwa kesiapan logistik, termasuk kemasan, telah dipastikan aman untuk mendukung kelancaran operasi. “Estimasi penyaluran nanti bulan-bulan Maret. Pertengahan Maret lah. Semoga pertengahan Ramadhan sudah tersalurkan untuk meringankan beban masyarakat,” tuturnya.
Koordinasi Data untuk Ketepatan Sasaran
Peningkatan signifikan jumlah penerima—dari sekitar 18 juta menjadi lebih dari 33 juta KPM—menjadi tantangan tersendiri. Untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak, termasuk di daerah terdampak bencana, Bulog mengandalkan data terpusat dari pemerintah. Proses pemutakhiran data ini menjadi kunci sebelum operasi penyaluran dilaksanakan.
“Kan semua datanya dari Kementerian Sosial. Nanti kita tinggal nunggu data matengnya dari Kementerian Sosial,” jelas Rizal. Pendekatan ini menunjukkan prinsip kehati-hatian dan komitmen untuk meminimalisir potensi salah sasaran dalam program bantuan sosial berskala nasional.
Skema dan Anggaran Program Bantuan Pangan
Secara terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memaparkan detail program dalam rapat kerja dengan DPR. Bantuan akan disalurkan sekali untuk alokasi dua bulan, dengan rincian 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng MinyaKita per keluarga per bulan.
“Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Bapanas melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan kepada 33,2 juta KPM,” ungkap Amran. Perluasan sasaran hingga 81,9 persen ini menyasar masyarakat dari desil I hingga IV, selaras dengan basis data program BLTS Kesra.
Secara total, untuk penyaluran dua bulan tersebut, Bulog akan mendistribusikan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,92 triliun untuk merealisasikan program yang bersifat mendesak dan pro-rakyat ini, menegaskan upaya serius dalam stabilisasi pangan nasional.
Artikel Terkait
Nissan Tampilkan Teknologi e-POWER dan Navara Terbaru di IIMS 2026
Venom Indonesia Luncurkan Ekosistem Kabin Terpadu di IIAS 2026
Rekaman CCTV Pria Gendong Karung Mencurigakan Picu Keresahan Warga Tambora
Airlangga Tegaskan Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Inklusif di Forum APEC