HKTI Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana di Jabar dan Jateng

- Rabu, 11 Februari 2026 | 01:30 WIB
HKTI Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana di Jabar dan Jateng

GELORA.ME - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1 miliar untuk korban bencana di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bantuan yang dikirimkan menggunakan sepuluh truk ini merupakan bagian dari program HKTI Peduli, yang digelar bersamaan dengan penyelenggaraan pasar murah di Jakarta dan penyelesaian Rapat Musyawarah Nasional organisasi tersebut.

Penyaluran Bantuan untuk Korban Bencana

Sebanyak sepuluh truk berisi bantuan logistik berangkat dari kantor HKTI di Ragunan, Jakarta Selatan, menuju dua wilayah terdampak. Lima truk dialokasikan untuk Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan lima truk lainnya untuk Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Nilai bantuan untuk masing-masing daerah diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono, menegaskan bahwa bantuan tahap awal ini berfokus pada kebutuhan darurat seperti bahan pangan dan selimut. Namun, komitmen organisasi tidak berhenti di situ.

"Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah," tuturnya pada Selasa (10/2).

Rehabilitasi Jangka Panjang dan Pencegahan Bencana

Lebih dari sekadar respons darurat, HKTI berencana terlibat dalam fase rehabilitasi pascabencana. Rencananya, organisasi ini akan mendorong penanaman tanaman keras, seperti kopi, durian, dan kelengkeng, di antara tanaman hortikultura milik petani setempat.

Strategi jangka panjang ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi ekologis lahan. Penanaman vegetasi permanen bertujuan memperkuat struktur tanah di area miring, yang rentan terhadap longsor dan banjir, sehingga mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.

Peran sebagai Mitra Pemerintah dan Masyarakat

Dalam kesempatan terpisah, HKTI juga membuka pasar murah di halaman kantornya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dirancang untuk mendukung stabilitas harga, terutama menyambut bulan Ramadan.

Sudaryono menggarisbawahi bahwa pasar murah ini adalah wujud nyata peran HKTI sebagai mitra pemerintah. "Kegiatan ini dilakukan menjelang bulan puasa Ramadan, sejalan dengan upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah," jelasnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pengurus dan mitra yang telah berkontribusi dalam penggalangan bantuan. Menurutnya, kepedulian ini mencerminkan semangat kolektif untuk meringankan penderitaan masyarakat.

Posisi dan Visi Kelembagaan

Sudaryono menegaskan bahwa HKTI, yang kini telah bersatu tanpa dualisme, kembali pada khittahnya sebagai organisasi mitra pemerintah sejak era pendiriannya. Posisinya dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, peran institusi pertanian yang sudah ada seperti dinas pertanian dan penyuluh lapangan.

Dengan banyaknya pengurus yang juga merupakan bagian dari pemerintahan, HKTI berambisi menjadi perpanjangan tangan yang efektif. "Kami ingin menjadi mata, telinga, jembatan, dan corong bagi pemerintah pusat, serta memberikan dukungan penuh untuk mewujudkan swasembada pangan yang digagas Presiden," pungkas Sudaryono.

Editor: Intan Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar