Ketua MPR Kunjungi Pesantren Aceh, Pastikan Aspirasi Korban Banjir Disampaikan ke Presiden

- Rabu, 11 Februari 2026 | 02:30 WIB
Ketua MPR Kunjungi Pesantren Aceh, Pastikan Aspirasi Korban Banjir Disampaikan ke Presiden

GELORA.ME - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengunjungi Pesantren (Dayah) Mahyal Ulum di Aceh Besar, Selasa (10 Februari 2026). Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan dan penyemangat bagi para ulama serta masyarakat setempat yang masih berjuang memulihkan diri pascabencana banjir besar yang melanda wilayah itu pada akhir tahun lalu.

Dukungan Langsung Pasca Musibah

Bersama rombongan pimpinan MPR, Muzani menyapa langsung para penyintas dan tokoh agama di pesantren tersebut. Dalam pertemuan itu, ia mengakui beratnya ujian yang dihadapi masyarakat Aceh, yang dampaknya dirasakan oleh semua lapisan, tak terkecuali para pemuka agama.

“Kedatangan kami adalah bagian dari upaya memberikan support, semangat terhadap musibah yang berlangsung pada tanggal 31 November yang lalu. Kami merasakan betapa berat ujian itu. Kami merasakan betapa ujian itu tidak ringan, bukan hanya dihadapi oleh masyarakat awam di Aceh, tapi juga dihadapi oleh para tokoh agama,” tuturnya di lokasi.

Aspirasi Masyarakat Telah Disampaikan ke Presiden

Lebih lanjut, Muzani memastikan bahwa berbagai keluhan dan aspirasi dari tanah rencong telah ia bawa ke tingkat tertinggi. Ia menyebut telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sejumlah kebutuhan mendesak pascabencana.

Poin-poin yang diserukan meliputi percepatan pembangunan hunian sementara bagi pengungsi, perbaikan infrastruktur jalan nasional dan provinsi yang rusak, pemulihan layanan listrik, serta distribusi gas elpiji 3 kilogram yang lancar.

“Semua itu kami sampaikan kepada Presiden sepulang dari Aceh, dan hampir seluruhnya apa yang disampaikan oleh para tokoh masyarakat, para Bupati kepada kami, sekarang ini pelan-pelan sudah mulai dipulihkan,” jelas politikus Gerindra tersebut.

Optimisme untuk Kebangkitan Aceh

Di tengah suasana prihatin, Muzani menyampaikan keyakinannya bahwa Aceh dan Indonesia secara keseluruhan mampu bangkit dari cobaan ini. Ia melihat peran sentuh para ulama dan tokoh agama dalam menanamkan harapan kepada masyarakat menjadi kunci utama ketangguhan mereka.

“Kami menyampaikan terima kasih yang amat besar kepada para ulama, para kiai, para Abu, para Masyayikh, para ustadz, para Nyai yang terus-menerus tanpa henti menyampaikan kabar optimisme,” ungkapnya.

“Inilah yang menyebabkan rakyat Aceh masih yakin masa depan itu masih gemilang karena adanya dari tuan-tuan guru, dari para mualim, dari para dayah, pimpinan dayah, para Abu,” sambung Muzani, menegaskan kontribusi tak ternilai dari dunia pesantren dalam proses pemulihan ini.

Editor: Intan Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar