GELORA.ME - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil mengamankan satu pucuk senjata api rakitan di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pengamanan ini dilakukan pada Selasa (10 Februari 2026) siang, setelah tim gabungan polisi bergerak cepat menindaklanjuti informasi intelijen mengenai keberadaan senjata di kawasan permukiman.
Respons Cepat Berdasarkan Informasi Intelijen
Mendapatkan laporan yang mengarah pada dugaan penyimpanan senjata di Jalan Gunung, Kompleks Kali T, personel Satgas Gakkum Subsatgas Lidik segera melakukan penyelidikan. Tim yang dipimpin Kasubsatgas Lidik, Kompol Sarraju, dan didampingi Kasat Intel Polres Yahukimo, Iptu Samuel Yunus, segera menuju lokasi untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut. Langkah ini diambil dengan pendekatan yang hati-hati guna mencegah eskalasi dan memastikan keamanan warga sekitar.
Penemuan dan Pengamanan Barang Bukti
Setelah tiba di lokasi yang dimaksud, petugas melakukan penyisiran secara menyeluruh. Upaya itu membuahkan hasil dengan ditemukannya sebuah senjata api laras panjang rakitan. Senjata itu tergeletak di belakang sebuah rumah yang tampak tidak berpenghuni.
Kompol Sarraju menjelaskan temuan di lapangan, Setibanya di lokasi, petugas melakukan penyisiran di sekitar area yang dicurigai. Hasilnya, tim menemukan satu pucuk senjata api laras panjang rakitan yang tergeletak di bagian belakang sebuah rumah kosong di sekitar lokasi.
Tanpa menunggu lama, barang bukti tersebut langsung diamankan oleh tim. Proses pengamanan dilakukan secara prosedural untuk menjaga rantai barang bukti, yang sangat krusial untuk penyelidikan hukum selanjutnya.
Penyelidikan Berlanjut untuk Ungkap Asal Usul
Dengan telah diamankannya senjata rakitan itu, fokus operasi kini beralih ke penyelidikan mendalam. Tim penyidik berusaha melacak asal-usul senjata, modus peredarannya, serta kemungkinan kaitannya dengan jaringan tertentu. Pengembangan kasus ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak fakta dan mencegah potensi penggunaan senjata ilegal di masa depan.
Operasi ini menunjukkan komitmen aparat keamanan dalam menciptakan kondisi damai dengan langkah-langkah preemtif. Keberhasilan pengamanan ini, meski dari sebuah informasi, mencerminkan koordinasi dan respons yang terukur di tengah kompleksitas situasi keamanan di wilayah pegunungan.
Artikel Terkait
BAZNAS Salurkan Ambulans Rp790 Juta untuk Gaza dari Masyarakat Karawang
Graham Norton Puji Ketenangan Taylor Swift sebagai Sutradara Video Opalite
E-commerce Jadi Andalan Pencarian Hadiah Valentine yang Personal dan Fungsional
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Meninggal Dunia di Jakarta