Rosenior Soroti Kelemahan Pertahanan Chelsea Meski Menang atas Wolverhampton

- Senin, 09 Februari 2026 | 16:00 WIB
Rosenior Soroti Kelemahan Pertahanan Chelsea Meski Menang atas Wolverhampton

GELORA.ME - Chelsea berhasil meraih tiga poin penting dalam perjalanan tandangnya ke markas Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-23 Premier League, Sabtu (7/2/2024). Bermain di Stadion Molineux, The Blues keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1. Namun, di balik kemenangan itu, manajer Liam Rosenior justru menyoroti sisi pertahanan timnya yang dinilainya masih perlu perbaikan, terutama terkait kegagalan menjaga gawang tetap bersih.

Kekecewaan di Balik Kemenangan

Meski membawa pulang kemenangan, atmosfer di kubu Chelsea tidak sepenuhnya riang. Liam Rosenior, sang pelatih, terlihat lebih banyak memendam evaluasi ketimbang euforia. Baginya, kemenangan dengan selisih dua gol itu seharusnya bisa disempurnakan dengan catatan clean sheet, sebuah standar yang ia pegang teguh untuk timnya.

Rosenior mengungkapkan kekecewaannya tersebut secara terbuka. Ia mengakui bahwa kemunduran yang dialami timnya adalah sebuah titik lemah yang tak boleh diabaikan.

"Sangat frustrasi ketika kami kebobolan karena kami selalu ingin mencatat clean sheet," ujarnya. "Tapi kami menampilkan performa bagus pada babak kedua meski saya ingin kami tampil sempurna sepanjang 90 menit."

Fokus pada Perbaikan Pertahanan

Analisis Rosenior tidak berhenti pada ekspresi kekecewaan. Ia kemudian merinci aspek-aspek teknis yang menjadi perhatian utamanya, terutama dalam situasi bola mati dan konsistensi permainan. Dari sudut pandang seorang pelatih, detail-detail kecil inilah yang sering kali menentukan hasil akhir sebuah pertandingan ketat.

"Saya tidak ingin kami kehilangan fokus saat menghadapi bola mati, saya tidak ingin kami memberi mereka peluang dengan mudah. Itu adalah sesuatu yang perlu kami perbaiki," jelasnya.

Proyeksi ke Depan dan Mental Pemain

Melihat jadwal yang padat ke depan, Rosenior optimistis timnya memiliki waktu untuk mengkoreksi kesalahan. Ia menekankan pentingnya penguasaan permainan dan pengelolaan laga yang lebih matang, yang akan membuat Chelsea menjadi tim yang lebih sulit untuk dikalahkan.

Yang menggembirakan bagi Rosenior, semangat untuk memperbaiki diri itu juga tercermin dari reaksi para pemainnya sendiri di lapangan. Ia melihat adanya rasa frustrasi yang sehat di antara mereka ketika gawang kebobolan, sebuah indikator mentalitas juara yang ia hargai.

"Saya melihat frustrasi dari para pemain ketika kami kebobolan, sesuatu yang saya sukai dari para pemain ketika tidak bisa mencatat clean sheet," tuturnya. "Saya juga ingin kami lebih sering memegang bola agar lawan kami tidak bisa mencetak gol."

Dengan demikian, kemenangan atas Wolverhampton ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan juga bahan evaluasi berharga. Rosenior dan skuad Chelsea tampaknya telah memilih untuk melihat lebih jauh, mempersiapkan diri untuk tantangan yang lebih berat di sisa musim ini.

Editor: Nining Rohmah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar