Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman Golok Saat Penertiban PKL di Teluk Pucung

- Senin, 09 Februari 2026 | 08:50 WIB
Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman Golok Saat Penertiban PKL di Teluk Pucung

GELORA.ME - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan tanggapan atas insiden di mana dirinya menghadapi ancaman senjata tajam dari seorang warga. Peristiwa yang terekam dan viral di media sosial itu terjadi saat rombongan pemerintah kota sedang melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Teluk Pucung, Bekasi Utara, pada Minggu (8/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota didampingi langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro.

Pernyataan Resmi Wali Kota

Menanggapi situasi yang memanas tersebut, Tri Adhianto menegaskan bahwa operasi penertiban telah diawali dengan imbauan kepada para pedagang. Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam penegakan aturan.

"Tentu sudah ada imbauan sebelumnya petugas jadi kami minta untuk dapat melakukan secara persuasif," tegasnya.

Lebih lanjut, Tri mengungkapkan bahwa ancaman fisik yang dihadapinya bukanlah hal yang paling dikhawatirkan. Kekhawatiran yang lebih besar justru terletak pada pembiaran pelanggaran yang berlarut-larut, yang dapat menciptakan persepsi keliru di masyarakat.

"Saya bukan khawatir kepada goloknya tetapi khawatir jika masyarakat sering melanggar peraturan dan ini akan menjadi kebiasaan. Lama-lama jadi pembiaran, akhirnya para pelanggar merasa dirinya paling benar," ungkapnya.

Akumulasi Emosi dan Penegakan Aturan

Sebagai politisi PDIP yang memahami dinamika sosial, Tri Adhianto memandang kemarahan warga tersebut sebagai ledakan emosi yang terakumulasi. Menurut analisisnya, ketiadaan penindakan yang konsisten terhadap pelanggaran selama bertahun-tahun telah menciptakan kondisi yang rentan konflik.

"Nah kemarahan ini lah bentuk akumulasi pembiaran selama bertahun-tahun ketika nggak pernah ditindak," lanjutnya.

Kronologi Insiden yang Sempat Memanas

Berdasarkan rekaman video yang beredar, ketegangan mulai muncul ketika petugas Satpol PP mulai membongkar sebuah tempat penyimpanan kelapa berbahan besi yang berada di pinggir jalan, tepat di depan sebuah ruko. Seorang pria berbaju merah kemudian muncul dan memprotes tindakan petugas.

"Woy, woy jangan yang ini," teriak pria tersebut.

Adu mulut pun terjadi. Situasi kemudian meningkat drastis saat pria itu masuk ke dalam ruko dan keluar kembali sambil membawa sebilah golok. Dengan senjata di tangan, ia mengancam petugas yang sebelumnya bersitegang dengannya, mendesak petugas tersebut mundur hingga mendekati posisi Wali Kota.

Suara perekam video terdengar memberikan peringatan, "Awas pak, awas pak wali, amankan itu (orangnya)."

Tri Adhianto terlihat mengambil langkah menjauh untuk menghindari risiko. Insiden tersebut akhirnya dapat diredakan setelah Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, turun tangan memberikan pengertian kepada pria pembawa golok tersebut mengenai maksud dan dasar hukum dari operasi penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi.

Editor: Gelora.me

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar