GELORA.ME - Tiga warga Kabupaten Kendal hanyut dan tenggelam saat melakukan aktivitas arung jeram menggunakan ban karet di Sungai Bodri, Sabtu (7/2) sore. Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu bermula saat ban yang mereka tumpangi terbalik. Dua orang berhasil menyelamatkan diri dengan kondisi lemas, sementara satu orang lainnya hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian.
Kronologi dan Upaya Evakuasi
Menurut keterangan resmi dari petugas, kejadian berlangsung cepat. Setelah ban karet terbalik, arus sungai yang deras langsung membawa ketiga korban. Warga setempat yang menyaksikan kejadian itu segera bergerak memberikan pertolongan pertama.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, membenarkan laporan tersebut. "Benar, sore tadi sekitar pukul 16.30 WIB kami menerima laporan kejadian tiga orang tenggelam di Sungai Bodri. Ketiga korban merupakan warga Kecamatan Cepiring," ujarnya.
Dua korban yang selamat, Bayu Irawan (29) dan Arif Kurniawan (50), berhasil mencapai tepian dan sebuah pulau kecil di tengah sungai. Mereka kemudian dievakuasi oleh warga yang sigap.
"Dua orang berhasil menyelamatkan diri setelah menepi di pinggiran sungai dan ada yang di tengah pulau sungai. Kondisi keduanya lemas dan berhasil dievakuasi warga," jelas Iwan Sulistyo lebih lanjut.
Korban Selamat dan Pencarian yang Berlanjut
Kedua penyintas langsung mendapatkan perawatan medis. "Dua korban atas nama Bayu Irawan dan Arif Kurniawan warga Desa Cepiring Kecamatan Cepiring. Dan kedua korban sudah dibawa ke Puskesmas Cepiring," terangnya.
Namun, nasib berbeda dialami oleh Muhammad Effendi (36). Hingga malam tiba, korban ketiga ini belum juga ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari SAR BPBD Kendal, Basarnas Jawa Tengah, dan sejumlah relawan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
"Masih ada satu orang yang belum ditemukan atas nama Muhammad Effendi warga Desa Cepiring Kecamatan Cepiring dan saat ini masih dalam pencarian. Ada tim gabungan dari SAR BPBD Kendal, Basarnas Jawa Tengah dan relawan yang melakukan pencarian korban," ungkap Iwan Sulistyo.
Operasi SAR Ditunda, Dilanjutkan Esok Hari
Pencarian yang intensif akhirnya terpaksa dihentikan sementara seiring dengan menghilangnya cahaya matahari. Kondasi gelap dan medan sungai yang berisiko dinilai dapat membahayakan keselamatan tim penyelamat.
Operasi pencarian direncanakan akan dilanjutkan pada Minggu (8/2) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Tim akan memfokuskan upaya mereka di area sekitar lokasi kejadian korban hanyut, dengan harapan dapat segera menemukan Muhammad Effendi.
Artikel Terkait
Borneo FC Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Bhayangkara FC 2-1
Mahasiswi Unpam Serang Tewas Diduga Jatuh dari Lantai Dua Kampus
Dokter Kulit Ingatkan Risiko Infeksi dari Pakaian Bekas yang Tak Dibersihkan Maksimal
Drama Dua Gol Bunuh Diri Bawa Everton Taklukkan Fulham