Insiden penculikan terjadi ketika pasukan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro di Caracas pada hari Sabtu untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata. Presiden AS saat itu, Donald Trump, kemudian mengklaim bahwa Washington akan "mengelola" Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan.
Respons Tegas Rodriguez dan Penolakan Menjadi "Budak AS"
Menanggapi aksi tersebut, Delcy Rodriguez dengan tegas menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro. Dalam pernyataannya yang viral, ia menekankan bahwa Venezuela tidak akan pernah kembali menjadi koloni kekaisaran asing dan tidak akan pernah menjadi budak. Namun demikian, ia juga menyatakan bahwa Caracas, pada prinsipnya, siap untuk membangun hubungan yang saling menghormati dengan Washington.
Komunikasi Internasional dan Dukungan dari Rusia
Laporan menyebutkan bahwa Rodriguez telah melakukan komunikasi dengan pejabat AS seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Di sisi lain, ia juga telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, yang menyatakan solidaritas kuat dengan rakyat Venezuela dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi bersenjata.
Bantahan Terkait Tuduhan Narkoba dan Dalih Perubahan Rezim
Pemerintahan Venezuela secara berulang telah membantah semua tuduhan keterlibatan dalam perdagangan narkoba yang dilayangkan oleh Amerika Serikat. Mereka berargumen bahwa tuduhan-tuduhan tersebut hanyalah dalih yang dibuat-buat untuk melegitimasi upaya perubahan rezim yang dikehendaki oleh pihak asing.
Artikel Terkait
Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Resmi Cerai, Ini Isi Putusan PA Bandung 2026
Anak Politisi PKS Maman Suherman Tewas Ditikam, Pelaku HA Ditangkap dan Minta Dihukum Mati
Richard Lee Diperiksa Polisi: Tersangka Kasus Pelanggaran Kesehatan & Perlindungan Konsumen
Analisis Aristo Pangaribuan: Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Hampir Mustahil Dihentikan (SP3)