KKB Papua Ancam Bupati Yahukimo Didimus Yahuli: "Saya Kejar Sampai Tembak Mati"
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) mengeluarkan ancaman terhadap Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli. Ancaman tersebut disampaikan melalui siaran pers TPNPB pada Kamis, 13 November 2025.
Dugaan Keterlibatan Bupati dalam Operasi Militer
TPNPB menuduh Bupati Didimus Yahuli terlibat dalam penempatan aparat militer dan operasi keamanan yang menimpa warga sipil. Sebelumnya, dalam laporan tertanggal 9 November 2025, Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI, Mayor Kopitua Heluka, mengklaim bahwa wilayah Yahukimo telah dikuasai oleh enam batalion TPNPB.
Heluka mendesak TNI dan Polri untuk menghentikan penyisiran, dengan klaim bahwa operasi aparat kerap menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Dia lebih lanjut menuding Bupati Didimus sebagai dalang dari penempatan aparat militer di Yahukimo dan menyatakan bahwa sang bupati bertanggung jawab atas penangkapan serta penembakan warga.
Ancaman langsung terhadap Bupati Yahukimo disampaikan dengan kata-kata, "Saya akan kejar Anda sampai saya tembak mati."
Ancaman TPNPB terhadap Warga Imigran
TPNPB juga mengaku menargetkan warga imigran asal Jawa yang menetap di Yahukimo. Kelompok tersebut menyebut imigran sebagai "agen intelijen" dan memerintahkan mereka untuk segera meninggalkan wilayah Papua. Apabila tidak diindahkan, TPNPB mengancam akan mengeksekusi warga yang mereka targetkan.
Komitmen Bupati Yahuli Melindungi Warga Sipil
Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada Maret 2025, Bupati Didimus Yahuli telah menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk melindungi warga sipil dari segala ancaman KKB. Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden serangan yang diduga dilakukan oleh OPM di Distrik Anggruk pada Jumat, 21 Maret 2025, yang menewaskan enam orang guru.
Didimus Yahuli menyatakan pihaknya akan mengedepankan keamanan warga sipil. Dia mengungkapkan rencananya untuk meminta TNI dan Polri membangun pos keamanan di Distrik Anggruk, yang selama ini dikenal sebagai wilayah yang tenang tanpa gangguan.
Mengenai serangan terhadap para guru, Bupati menyatakan keterkejutannya. "Kami biasa merasakan keamanan dan ketenangan. Namun, kali ini kami semua, termasuk pemerintah, masyarakat, dan gereja, terkejut dan syok atas kejadian ini," ujarnya.
Dia juga dengan tegas membantah tudingan bahwa guru dan tenaga kesehatan yang menjadi korban serangan adalah anggota TNI atau Polri. "Itu 100 persen tidak benar... Jika ada yang mengatakan mereka anggota TNI/Polri dan memiliki bukti, silakan tunjukkan kepada saya. Kalau benar, saya siap mundur dari jabatan Bupati," tantang Didimus.
Profil dan Karier Politik Didimus Yahuli
Didimus Yahuli saat ini menjabat sebagai Bupati Yahukimo untuk periode kedua (2025–2030), setelah terpilih kembali. Berikut adalah profil singkat dan perjalanan karier politiknya:
Biodata Singkat
- Tempat, Tanggal Lahir: Wamena, 20 Juli 1973
- Istri: Ami Milka Orva Yikwa
- Pendidikan: SMA YPPK St. Asisi Sentani, D-2 PGSD Universitas Cenderawasih, S-1 Ilmu Hukum Universitas Cenderawasih.
Jabatan Politik
- Bupati Yahukimo (2021-2025, 2025-2030)
- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo (2014-2019)
- Anggota DPRD Kabupaten Yahukimo (2009-2014)
- Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo (2004-2009)
- Anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya (1999-2004)
Karier Organisasi
Didimus Yahuli aktif di berbagai organisasi, antara lain:
- Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Yahukimo (2021-sekarang)
- Ketua Partai Patriot Kabupaten Yahukimo (2008-2013)
- Sekretaris Gereja GIDI Wilayah Yahukimo (1994-1996)
- Manajer Persikimo Yahukimo (2005-2008)
- Ketua Pemuda Gereja GIDI Klasis Lembah Baliem Wamena (1990-1999)
Artikel Terkait
Dubes Pakistan Bahas Kerja Sama Pertahanan dan Dukung KTT D8 dengan Presiden Prabowo
Profesor Hukum UMI Ingatkan Blokade Jalan dalam Demo Bisa Berujung Gugatan dan Pidana
Suzuki Tawarkan Tiga Model Hybrid di IIMS 2026, Harga Mulai Rp250 Juta
Kapolres Bima Kota Dinonaktifkan Terkait Dugaan Penerimaan Dana dari Bandar Narkoba