SKK Migas Targetkan 100 Sumur Eksplorasi Baru pada 2026 untuk Genjot Cadangan Migas

- Rabu, 11 Februari 2026 | 19:30 WIB
SKK Migas Targetkan 100 Sumur Eksplorasi Baru pada 2026 untuk Genjot Cadangan Migas

GELORA.ME - Pemerintah melalui SKK Migas menargetkan pengeboran 100 sumur eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) pada tahun 2026. Target ambisius ini merupakan bagian dari program percepatan sektor hulu migas bertajuk "Triple 100" yang diungkapkan langsung oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Lompatan Besar dari Realisasi Sebelumnya

Target seratus sumur eksplorasi pada tahun berjalan menandai lompatan yang sangat signifikan. Sebagai perbandingan, realisasi pengeboran eksplorasi pada 2025 tercatat sebanyak 35 sumur. Bahkan, target awal untuk 2026 sendiri hanya 39 sumur, dengan capaian per Februari baru tiga sumur atau sekitar 8 persen. Namun, SKK Migas kini mendorong percepatan yang masif untuk menggenjot pencarian cadangan baru.

“Namun demikian kami punya target untuk menambah pada 2026 ini mencapai target ambisius sebanyak 100 sumur eksplorasi,” tegas Djoko Siswanto.

Strategi Triple 100 dan Dukungan Teknis

Program Triple 100 tidak hanya fokus pada eksplorasi, tetapi juga mencakup 100 kegiatan multi-stage fracturing dan 100 sumur pengembangan. Untuk mendukung kelancaran operasi, terutama kegiatan fracking, SKK Migas telah membangun kerja sama teknis. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman dengan Schlumberger dan berencana melakukan hal serupa dengan Halliburton serta PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Kolaborasi ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan dan kesiapan unit-unit penunjang yang kritikal.

Tantangan Mencapai Target

Meski semangatnya tinggi, jalan menuju 100 sumur masih panjang dan penuh tantangan. Hingga Februari 2026, SKK Migas berhasil menyetujui tambahan 13 sumur eksplorasi melalui proses Work Program and Budget (WP&B). Angka ini tentu masih jauh dari sasaran akhir.

“Dari upaya yang kami lakukan sampai Februari ini, alhamdulillah kami sudah mendapat tambahan 13 sumur eksplorasi dari WP&B yang telah ditandatangani,” ungkap Djoko.

Pencapaian target tersebut masih bergantung pada penambahan puluhan sumur lagi dalam sisa tahun ini, serta kemampuan mempercepat proses persetujuan dan mobilisasi rig pengeboran ke lokasi-lokasi yang tersebar.

Konteks: Menahan Laju Penurunan Produksi

Dorongan agresif untuk mengebor ini bukan tanpa alasan. Upaya percepatan eksplorasi secara fundamental bertujuan untuk menahan laju penurunan produksi alamiah lapangan migas yang sudah tua, sekaligus membuka peluang ditemukannya cadangan-cadangan baru. Data historis menunjukkan, tren lifting minyak nasional sempat mengalami penurunan dalam delapan tahun terakhir sebelum akhirnya berbalik naik pada 2025.

Pada 2024, lifting minyak dan kondensat berada di angka sekitar 579 ribu barel per hari (bph). Angka ini kemudian meningkat tipis menjadi 581 ribu bph pada 2025 (tanpa memasukkan Natural Gas Liquid/NGL). Jika perhitungan mencakup NGL, capaian 2025 mencapai 605 ribu bph, sedikit melampaui target yang ditetapkan dalam APBN.

Target Pendukung dan Proyek yang Akan Beroperasi

Selain pengeboran, strategi penguatan data juga digenjot. SKK Migas menargetkan peningkatan survei seismik pada 2026, dengan sasaran 6.000 kilometer untuk survei seismik 2D di wilayah open area dan sekitar 6.173 kilometer untuk survei seismik 3D, meski sebagian masih dalam tahap pengadaan.

Di sisi lain, sejumlah proyek hulu migas dijadwalkan mulai berproduksi pada tahun ini. Beberapa di antaranya adalah fasilitas produksi Lapangan Sedingin North 1 yang dioperasikan oleh PHR, Lapangan Puspa Asri oleh Pertamina EP, serta tambahan produksi kondensat dari lapangan Donggi Senoro dan PHE Offshore. Delapan proyek yang akan onstream ini menelan total investasi sekitar 478 juta dolar AS dan diproyeksikan dapat menambah produksi harian sekitar 8.200 barel minyak serta 214 MMSCFD gas. Keberhasilan proyek-proyek ini akan menjadi kontributor nyata bagi peningkatan lifting nasional di tengah upaya eksplorasi yang terus digalakkan.

Editor: Tommy Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar