GELORA.ME - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan mengalami penurunan kondisi kesehatan sejak masa jabatannya berakhir pada Oktober 2024. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, yang mengaitkan hal tersebut dengan tekanan dari berbagai kasus besar yang dihadapi Jokowi pasca-kepresidenan, termasuk isu terkait ijazah.
Pernyataan Amien Rais Soal Kondisi Kesehatan
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal resminya, Rabu (11/2/2025), Amien Rais secara terbuka menyoroti kondisi fisik mantan presiden tersebut. Ia menyatakan bahwa tren kesehatannya terus menurun.
"Jokowi mengalami kemerosotan kesehatan yang konsisten," ungkap Amien Rais.
Pernyataan itu ia sampaikan dengan nada serius, menambahkan bahwa penurunan tersebut diduga kuat merupakan dampak dari beban masalah yang harus ditanggung Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.
Beban Masalah Pasca-Kekuasaan
Amien Rais lebih lanjut menjelaskan bahwa kompleksitas persoalan yang muncul belakangan ini dinilai berada di luar kapasitas manusia biasa untuk dihadapi sendirian. Tekanan psikis dan sosial yang menyertainya diduga berkontribusi pada kondisi fisik Jokowi.
"Ada beberapa kasus besar yang dihadapi Jokowi yang berada di luar kemampuannya sebagai manusia biasa," jelasnya.
Di antara berbagai kasus yang disebutkan, isu terkait keabsahan ijazah menjadi sorotan utama. Amien Rais menilai bahwa tuduhan ini telah memberikan dampak yang signifikan secara personal dan reputasi.
Dampak Tuduhan Ijazah Palsu
Menurut pengamatan Amien Rais, gencarnya pemberitaan seputar dugaan ijazah palsu telah menempatkan Jokowi pada posisi yang sulit. Ia menggambarkan bagaimana isu ini bukan hanya menjadi perdebatan hukum, tetapi juga telah menyentuh ranah moral dan integritas di mata publik.
"Isu ijazah palsunya sangat memojokkan Jokowi dan telah menghempaskannya sebagai oknum penipu dan oknum yang hina," tuturnya.
Pernyataan Amien Rais ini menyoroti dimensi lain dari dinamika politik pasca-kepemimpinan, di mana figur mantan pemimpin tak lepas dari berbagai tuntutan dan pemeriksaan publik, yang dampaknya bisa meluas hingga ke kondisi kesehatan mereka. Laporan ini disajikan dengan mengutamakan kehati-hatian terhadap informasi yang bersumber dari pernyataan pihak ketiga.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Intensif dengan Lima Konglomerat Bahas Ekonomi
Amien Rais Sebut Jokowi Gelisah, Prediksi PSI Kesulitan Jadi Kendaraan Gibran
Susno Duadji Ungkap Prabowo Soroti Oligarki dan Kedaulatan Negara dalam Pertemuan Tertutup
Roy Suryo dan Kuasa Hukum Gugat Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE dan KUHP ke MK