Susno Duadji Ungkap Prabowo Soroti Oligarki dan Kedaulatan Negara dalam Pertemuan Tertutup

- Selasa, 10 Februari 2026 | 21:00 WIB
Susno Duadji Ungkap Prabowo Soroti Oligarki dan Kedaulatan Negara dalam Pertemuan Tertutup

GELORA.ME - Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji mengungkap isi pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh kritis di kediaman pribadi Presiden di Kertanegara, Jakarta, akhir Januari lalu. Dalam pertemuan yang dijelaskan juga oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi itu, Prabowo dikatakan menyoroti persoalan kedaulatan negara, oligarki, serta berbagai isu strategis nasional dan internasional.

Sorotan Terhadap Oligarki dan Kedaulatan Negara

Menurut penuturan Susno Duadji yang hadir dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan perhatian serius pada isu oligarki dan dampaknya terhadap kedaulatan negara. Mantan perwira tinggi Polri itu menyampaikan bahwa dalam pandangan Prabowo, negara kerap terlihat tidak berdaulat ketika berhadapan dengan kekuatan oligarkis di berbagai sektor.

“Beliau contohkan kedaulatan negara bahwa negara seperti tidak berdaulat kalau di hadapan oligarki. Beliau sadap itu. Bahasanya oligarki,” ungkap Susno dalam sebuah program talkshow yang tayang di iNews, Selasa (10/2/2026).

Ruang Lingkup Pembahasan yang Luas

Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (30/1/2026) malam itu tidak hanya membahas soal ekonomi dan oligarki. Susno menyebutkan, diskusi berlangsung cukup komprehensif, mencakup berbagai aspek pembangunan bangsa. Dari hal-hal mendasar seperti ideologi hingga tantangan kontemporer di ranah global turut menjadi bahan pembicaraan.

“Kalau saya simpulkan masalah ideologi ada, politik, ekonomi, sosial budaya, termasuk pertambangan, pertahanan keamanan ada, termasuk masalah nasional dan internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Susno memberikan contoh konkret sektor-sektor yang didominasi oligarki, seperti pertambangan, perkebunan, dan perbankan. Ia menegaskan komitmen Prabowo untuk menertibkan sektor-sektor tersebut agar program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat.

“Nah itulah yang beliau tertibkan, sehingga program-program beliau itu adalah untuk rakyat, gitu, mengarah kepada rakyat,” tutur Susno.

Respon dan Konfirmasi dari Istana

Informasi mengenai pertemuan ini sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam kesempatan terpisah, Prasetyo menyebutkan bahwa selain Susno Duadji, hadir pula peneliti utama politik BRIN, Profesor Siti Zuhro, serta sejumlah tokoh lainnya. Dialog dikatakan berfokus pada topik-topik seperti pemilu dan penegakan hukum.

“Bapak presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat,” tegas Prasetyo kepada media.

Prasetyo juga menegaskan sifat pertemuan yang non-partisan. “Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan dalam pertemuan tersebut tidak ada tokoh-tokoh politik ataupun ketua umum partai politik,” tuturnya.

Konteks dan Implikasi Pertemuan

Pertemuan antara kepala negara dengan figur-figur yang dikenal memiliki pandangan kritis menarik perhatian banyak kalangan. Dari paparan yang diungkapkan, terlihat upaya untuk menjembatani komunikasi dan mendengarkan masukan dari berbagai perspektif di luar lingkaran kekuasaan formal. Penekanan pada isu oligarki dan kedaulatan ekonomi, sebagaimana diurai oleh Susno, menyentuh salah satu tema yang kerap mengemuka dalam diskursus publik mengenai tantangan pembangunan Indonesia. Meski detail kebijakan lanjutan belum dijelaskan, pengungkapan ini memberikan gambaran awal mengenai prioritas dan concern yang dibawa dalam dialog tertutup tersebut.

Editor: Rizky Handoko

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar