GELORA.ME - Peluang Persija Jakarta meraih gelar juara BRI Liga 1 2025/26 mendapat pukulan telak setelah tim ibu kota takluk 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (9/2) malam. Kekalahan ini membuat jarak Macan Kemayoran dengan puncak klasemen, Persib Bandung, melebar menjadi enam poin, situasi yang semakin mempersulit perburuan titel di sisa kompetisi.
Dampak Kekalahan di Papan Klasemen
Hasil minor di kandang sendiri itu mengubah peta persaingan secara signifikan. Jika sebelumnya selisih poin dengan tim papan atas masih bisa dikejar, kini Persija harus bekerja ekstra keras untuk menutup defisit yang cukup besar. Momentum yang sempat terbangun pun terancam pudar, menambah tekanan pada sisa perjalanan musim ini.
Optimisme Pelatih di Tengah Tantangan
Meski situasinya berat, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memilih untuk tetap melihat sisi positif. Ia menekankan bahwa kompetisi masih panjang dan segala kemungkinan masih terbuka. Kunci utamanya adalah fokus pada proses dan perbaikan internal tim.
"Terkait selisih 6 poin dengan Bandung [Persib], kami hanya fokus pada diri sendiri. Laga ini memang sangat penting karena tim di atas kami menang. Kompetisi masih panjang," tutur pelatih asal Brasil itu.
Strategi Perkuatan Skuad di Bursa Transfer
Untuk mengarungi paruh kedua musim yang menantang, manajemen Persija telah melakukan pergerakan agresif di bursa transfer. Tidak kurang dari tujuh pemain baru direkrut, sebuah upaya nyata untuk memperdalam kualitas skuat. Mereka terdiri dari empat pemain lokal dan tiga pemain asing, yang diharapkan bisa segera beradaptasi.
Keempat pemain lokal tersebut adalah bek kanan Fajar Fathurrahman (eks Borneo FC), bek kiri Shayne Pattynama (eks Bangkok United), penyerang Mauro Zijlstra (eks FC Volendam), dan kiper Cyrus Margono (eks FC Dukagjini). Sementara tiga pemain asing yang didatangkan adalah penyerang Alaeddin Ajaraie (status pinjaman dari NorthEast United FC), bek tengah Paulo Ricardo (eks Kuopion Palloseura), dan gelandang Jean Mota (eks Vila Nova FC).
Fokus Integrasi Pemain Baru
Souza mengakui bahwa tugas utama yang dihadapinya saat ini adalah mengakselerasi proses adaptasi para pendatang baru. Situasi ini diperparah dengan absennya sejumlah pilar penting, yang membuat rotasi dan kedalaman tim diuji.
"Fokus saya sekarang adalah mematangkan pemain baru. Kami kehilangan 8 pemain dan saat lawan Arema 3 pemain masih absen. Mauro contohnya, baru berlatih sekali dengan kami," jelasnya.
Proses integrasi yang cepat dan efektif menjadi penentu bagi Persija untuk bisa bangkit dan kembali menekan persaingan di papan atas. Setiap poin di sisa pertandingan menjadi sangat berharga untuk mempertahankan asa juara mereka.
Artikel Terkait
Pindad Pamerkan Kendaraan Taktis Maung di IIMS 2026
Ahli Roy Suryo Selesaikan Pemeriksaan Saksi Kasus Dugaan Pemalsuan Ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya
Kemenkeu Buka Pendaftaran Magang Reguler 2026 untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate
Jokowi Diperiksa Kembali di Solo untuk Lengkapi Berkas Kasus Ijazah Palsu