GELORA.ME - Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) secara resmi memulai operasinya pada Rabu, 11 Februari 2026, di Jakarta Timur. Pembukaan kampus berbasis internasional ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu menjawab tantangan dan peluang pertumbuhan industri pariwisata nasional maupun global.
Landasan dan Visi Pendidikan Tinggi Pariwisata
IPTI berdiri di bawah naungan Yayasan Menara Bhakti, sebuah yayasan pendidikan yang telah memiliki rekam jejak lebih dari empat dekade dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia. Pengalaman panjang yayasan ini, termasuk dalam mengelola Universitas Mercu Buana, menjadi fondasi pengembangan IPTI sebagai institusi yang berorientasi global namun tetap berakar pada konteks lokal.
Kampus yang berlokasi di Jalan H. Hwarang, Setu, Cipayung, Jakarta Timur ini mengusung visi untuk menjadi institusi pariwisata bertaraf internasional yang berbasis kearifan lokal. Visi tersebut diwujudkan melalui pendekatan interdisipliner, prinsip keberlanjutan, dan komitmen pada kebermanfaatan global dalam setiap aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Pariwisata Sebagai Ekosistem yang Kompleks
Dalam pidatonya pada acara pembukaan yang mengusung tema “Empowering Future Innovators in Tourism & Hospitality”, Rektor IPTI Ariani Kusumo Wardhani menjelaskan filosofi pendidikan yang dianut institusi ini. Ia menekankan bahwa pariwisata dipahami sebagai sebuah ekosistem yang dinamis dan saling terhubung.
“Pariwisata hari ini tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan bisnis, komunikasi, teknologi, budaya, dan kreativitas. Karena itu, IPTI mengembangkan pendekatan interdisipliner melalui program studi pariwisata dan hospitality yang diperkuat oleh disiplin lain seperti Bisnis Digital dan Public Relations, agar lulusan memiliki cara pandang yang utuh dan relevan dengan realitas industri,” ungkapnya.
Komitmen pada Standar Internasional dan Nilai Lokal
Sebagai bentuk komitmen terhadap internasionalisasi, IPTI menerapkan bahasa Inggris berbasis Cambridge dalam proses pembelajaran. Kebijakan ini diperkuat dengan kewajiban bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi bahasa Inggris internasional Cambridge sebagai prasyarat magang dan kelulusan. Langkah ini dirancang untuk memastikan kompetensi komunikasi global lulusan tetap terukur dan diakui, tanpa mengikis identitas budaya lokal mereka.
Ketua Yayasan Menara Bhakti, Nurani Pujiastuti, menegaskan bahwa pendirian IPTI adalah wujud komitmen jangka panjang yayasan dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan dan berkarakter.
“Pariwisata dan hospitality adalah wajah bangsa. IPTI kami rancang untuk melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil dan profesional, tetapi juga beretika, adaptif, dan mampu membawa nilai-nilai lokal Indonesia ke panggung global,” tegasnya.
Merayakan Awal Baru dengan Kemitraan dan Fasilitas
Acara grand opening yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri dan siswa SMK, diisi dengan serangkaian kegiatan simbolis. Selain talkshow inspiratif dan penandatanganan kemitraan strategis, acara juga dimeriahkan dengan tur kampus serta peresmian sebuah restoran pembelajaran.
Fasilitas restoran tersebut, yang dibangun mengikuti standar industri internasional, menjadi contoh nyata dari pendekatan pembelajaran berbasis praktik yang akan diterapkan di lingkungan kampus, mempersiapkan mahasiswa untuk langsung terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
WWE 2K26 Hadirkan Mode Punked, Kisahkan Karier CM Punk dengan Narasi Pribadi
Capcom Luncurkan Update Besar Monster Hunter Wilds untuk Rayakan Ulang Tahun Pertama
Sega Umumkan Rilis dan Konten Eksklusif DLC Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties
Wamendikdasmen Tolak Wacana Badan Baru, Fokus pada Efektivitas Lembaga dan Deregulasi