Bobibos Rencanakan Ekspansi SPBU di Seluruh Indonesia, ESDM Ingatkan Aturan Main
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan apresiasi terhadap inovasi bahan bakar alternatif yang dikembangkan di dalam negeri. Meski demikian, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa setiap produk BBM wajib melewati proses pengujian dan sertifikasi sesuai standar yang berlaku sebelum dapat diedarkan.
ESDM Apresiasi Inovasi Bahan Bakar Alternatif
Laode Sulaeman menyatakan bahwa Kementerian ESDM menghargai setiap inisiatif yang berorientasi pada kemandirian energi nasional. Inovasi bahan bakar alternatif dinilai penting untuk mendukung pengurangan emisi dan ketahanan energi. Namun, tahapan legal dan teknis harus tetap dijalankan untuk memastikan keamanan dan kualitas produk.
"Saya tidak ingin mengurangi apresiasi saya terhadap inovasi anak bangsa. Tapi untuk menguji suatu BBM lalu menjadi bahan bakar itu minimal delapan bulan. Baru kita bisa putuskan apakah ini layak atau tidak," ujar Laode di Jakarta.
Proses pengujian bahan bakar dilakukan secara menyeluruh, mencakup uji oksidasi, uji mesin, hingga evaluasi lanjutan. Setiap tahap dirancang untuk memastikan produk memenuhi persyaratan mutu dan keselamatan sebelum dinyatakan layak digunakan masyarakat.
Perbedaan Hasil Uji dan Sertifikasi BBM
Laode juga meluruskan perbedaan antara hasil uji dan sertifikasi. Laporan hasil uji dari lembaga seperti Lemigas bersifat teknis, sementara sertifikasi merupakan keputusan legal yang diberikan setelah seluruh persyaratan terpenuhi.
"Kalau minta uji berarti kan hasilnya laporan hasil uji, bukan sertifikasi ya. Ini saya perlu luruskan biar tidak terjadi simpang siur. Ini belum disertifikasi," tegas Laode.
Kementerian ESDM membuka peluang kerja sama dengan badan usaha untuk melakukan uji kelayakan bahan bakar sesuai mekanisme resmi. Lemigas menyiapkan prosedur dan tahapan agar setiap inovasi dapat diuji sesuai standar yang berlaku.
Rencana Ekspansi Jaringan SPBU Bobibos
Founder Bobibos, M Iklas Thamrin, mengungkapkan rencana pembangunan jaringan SPBU Bobibos dan BosMini di seluruh Indonesia. BosMini merupakan pom bensin mini yang dirancang untuk menjangkau wilayah pelosok.
"Bobibos ingin menjadi energi rakyat yang hadir di seluruh pelosok negeri. Dengan SPBU dan BosMini, kami ingin satu harga dari Sabang sampai Merauke," ujar Iklas.
Bobibos dikembangkan melalui proses biokimia yang memanfaatkan lima tahap ekstraksi tanaman pilihan. Hasilnya adalah bahan bakar nabati beroktan tinggi yang diklaim mampu bersaing dengan BBM fosil dari sisi performa dengan emisi lebih rendah.
Tahapan Pengembangan Bobibos
Pengembangan Bobibos melibatkan tiga tahapan utama riset: teknologi, komersialisasi, dan keterterimaan politik. Tujuannya adalah memenuhi empat aspek kunci: kualitas tinggi, emisi rendah, keamanan bagi mesin, dan efisiensi harga pokok produksi.
Dalam tahap komersialisasi, Bobibos memprioritaskan harga ekonomis agar dapat diterima pasar. Perusahaan juga terus menjalin komunikasi dengan pemerintah untuk memperoleh arahan dan dukungan regulasi.
"Kami berharap Bapak Presiden Prabowo memberikan jalan tol bagi Bobibos agar bisa menjadi solusi energi merah putih yang ekonomis dan berkualitas," tutup Iklas.
Artikel Terkait
Suzuki Umumkan Pemenang Jimny Custom Contest di IIMS 2026
IIMS 2026 Sediakan Ruang Khusus untuk Puluhan UMKM di Tengah Pameran Otomotif
Rosenior Akui Chelsea Perbaiki Pertahanan Meski Serangan Produktif
KPU Serahkan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Respons Publik Terbelah