"Situs utama pemerintah rezim Israel telah dibunuh!" lanjutnya.
Beberapa jam kemudian, Telegram resmi Killnet mengklarifikasi bahwa organisasi tersebut tidak menentang rakyat Israel melainkan melawan rezim Israel, yang telah 'menjual dirinya kepada NATO'.
“Warga sipil di Gaza dan Israel tidak mempunyai hak untuk memberikan hidup mereka demi bajingan dari Eropa,” tutup pernyataan itu.
Sumber: pantau
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Miliki 134 Keturunan
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa