Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Dipersoalkan, Roy Suryo Cs Tagih Dasar Hukum ke Kemendikdasmen
Polemik keabsahan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat. Tiga tersangka dalam kasus terkait, yaitu Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Fauzia (dr Tifa), secara resmi mendatangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menagih kejelasan hukum.
Kunjungan mereka pada Senin (12/1/2026) bertujuan menyerahkan permohonan informasi publik terkait Surat Keterangan Penyetaraan Nomor 9149/KP/2019 yang diterbitkan untuk Gibran pada 6 Agustus 2019. Surat itu menyatakan pendidikan Gibran di UTS Insearch Sydney setara dengan lulusan SMK peminatan Akuntansi di Indonesia.
Permintaan Penjelasan Eksplisit Dasar Hukum
Dalam keterangannya, dr. Tifa membacakan isi surat yang mempertanyakan landasan hukum penerbitan surat penyetaraan tersebut. "Kami memohon penjelasan eksplisit mengenai parameter hukum yang membolehkan pendidikan pra-universitas di luar negeri yang bersifat akademik umum disetarakan menjadi jalur pendidikan kejuruan (SMK) tertentu di Indonesia," tegasnya.
Pihaknya mencurigai adanya diskresi administratif yang melampaui aturan normatif. Mereka juga menyerahkan buku berjudul "Gibran Endgame" sebagai lampiran bukti kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kemendikdasmen.
Artikel Terkait
Viral Gimah Minta Semeru Dipindah: Kisah Trauma di Balik Celoteh Lucu Warga Lumajang
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Modus Penipuan Sinyal Trading Kripto Manta Rugikan Korban Miliaran
Gaji Pegawai Pajak 2024: Tunjangan Kinerja (Tukin) Capai Rp100 Juta+ Per Bulan
Keracunan Massal MBG Soto Ayam di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak, 121 Dirawat