Megawati Soekarnoputri Ungkap Masa Muda: Pintar, Cantik, dan Banyak yang Naksir

- Minggu, 09 November 2025 | 00:00 WIB
Megawati Soekarnoputri Ungkap Masa Muda: Pintar, Cantik, dan Banyak yang Naksir
Megawati Soekarnoputri: Profil, Pernyataan Viral, dan Gagasan KAA - Gelora Media

Megawati Soekarnoputri Ungkap Masa Muda: Pintar, Cantik, dan Banyak Pria Naksir

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah pernyataannya dalam sebuah pidato menjadi viral di media sosial.

Pidato Megawati Soekarnoputri di Blitar

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat berpidato di Auditorium Soekarno, Kompleks Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, pada Sabtu, 1 November 2025. Acara tersebut merupakan seminar internasional dalam rangka memperingati 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA).

Pernyataan Viral Megawati Soekarnoputri

Dalam pidatonya, Megawati dengan percaya diri menyebutkan sejumlah kelebihan yang dimilikinya semasa muda. Ia menyatakan bahwa dirinya adalah anak presiden dan memiliki segala hal yang tidak dimiliki setiap wanita.

Megawati mengklaim bahwa di masa mudanya, ia adalah seorang wanita yang pintar dan cantik. Karena kecantikannya itu, ia mengaku banyak pria yang menaruh hati padanya.

"Kalau aku kan punya semua. Aku pintar, anak presiden, wis ngono ayu (sudah gitu cantik), akeh sing naksir (banyak yang naksir)," ujar Presiden Kelima Republik Indonesia itu.

Gagasan Konferensi Asia-Afrika Plus

Selain pernyataan pribadinya yang viral, dalam kesempatan yang sama Megawati juga melontarkan sebuah gagasan politik penting. Ia mengusulkan pembentukan "Konferensi Asia–Afrika Plus" (Asia–Africa Plus Conference).

Gagasan ini disampaikannya sebagai pidato kunci dalam seminar internasional bertema 'Commemorative Seminar Of The 70th Anniversary Of The 1995 Bandung Asian-African Conference ‘Bung Karno In A Global History’'. Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh akademisi dan delegasi dari 32 negara.

Pernyataan dan gagasan Megawati Soekarnoputri ini menunjukkan dinamika politik Indonesia serta kontribusi pemikiran dari salah satu tokoh sentral negeri ini dalam forum internasional.

Editor: Sara Kristina

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar