Prabowo Minta Staf Kumpulkan Rekaman Kritik Program Makan Bergizi Gratis

- Jumat, 13 Februari 2026 | 15:50 WIB
Prabowo Minta Staf Kumpulkan Rekaman Kritik Program Makan Bergizi Gratis

GELORA.ME - Presiden Prabowo Subianto meminta stafnya mengumpulkan rekaman video yang berisi ejekan dan prediksi kegagalan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan ini disampaikan dalam pidato peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan program MBG kini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat.

Skala Pencapaian dan Respons Awal

Di hadapan para undangan, Prabowo memberikan gambaran konkret tentang besaran program yang sedang berjalan. Ia menyebut angka 60 juta penerima manfaat itu setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau sepuluh kali lipat populasi Singapura.

"Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari atau sama dengan sepuluh kali Singapura tiap hari, atau dua kali Malaysia tiap hari,” ungkapnya.

Pencapaian ini, menurutnya, berbanding terbalik dengan respons yang ia terima di awal program diluncurkan. Prabowo mengenang masa-masa ketika ide MBG justru mendapat cemoohan dan kritik pedang dari berbagai kalangan, termasuk dari akademisi.

Permintaan untuk Mengarsipkan Kritik

Presiden kemudian secara khusus meminta Kepala Staf Kepresidenan, Pak Qodari, untuk menghimpun semua rekaman kritik tersebut. Ia ingin menyimpan arsip digital yang mencatat perjalanan program ini sejak dari fase penuh keraguan.

“Pak Qodari tolong dikumpulin ya, video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal. Yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia, 'MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia'. Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina," kata Prabowo.

Niatnya mengumpulkan materi itu terdengar personal. Ia mengaku ingin menontonnya secara rutin sebagai pengingat perjuangan yang telah dilalui.

"Ini harus ada rekam digital ya, direkam semua. Insyaallah kita mencapai 80 sekian juta. Aku minta biar saya bisa tiap malam saya lihat-lihat,” tegasnya.

Landasan dan Keyakinan di Balik Program

Di balik permintaan yang terdengar unik tersebut, tersirat keyakinan kuat Prabowo terhadap landasan program MBG. Ia menyatakan bahwa sejak awal, ia yakin berada di jalan yang benar untuk mengatasi masalah mendasar di Indonesia: stunting akibat kurang gizi.

“Tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting. Stunting itu adalah kurang gizi. Kurang gizi ini mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik," pungkas Presiden.

Pernyataan itu menegaskan posisi MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan intervensi strategis jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia. Dengan nada yang tegas namun reflektif, pidato tersebut menutup peresmian fasilitas baru yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem ketahanan pangan dan gizi nasional.

Editor: Wulan Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar