Daihatsu Pertahankan Posisi Kedua di Pasar Otomotif Nasional Selama 17 Tahun Berturut-turut

- Jumat, 13 Februari 2026 | 16:30 WIB
Daihatsu Pertahankan Posisi Kedua di Pasar Otomotif Nasional Selama 17 Tahun Berturut-turut

GELORA.ME - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menutup tahun 2025 dengan mencatat penjualan ritel sebanyak 137.835 unit. Pencapaian ini mengamankan posisi kedua produsen otomotif nasional dengan pangsa pasar 16,5%, melanjutkan tradisi yang telah berlangsung selama 17 tahun berturut-turut. Raihan tersebut diperoleh di tengah pasar domestik yang diperkirakan mencapai sekitar 834 ribu unit sepanjang tahun lalu.

Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. "Pencapaian ini menjadi penguat konsistensi Daihatsu dalam mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang mempercayakan Daihatsu sebagai Sahabat mobilitas harian maupun bisnis. Kepercayaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan berkualitas dalam menghadirkan kebahagiaan bagi pelanggan," tuturnya dalam keterangan pers di Kemayoran, Jakarta, Kamis (12 Februari 2026).

Dominasi di Segmen-Segmen Kunci

Analisis kinerja per segmen mengungkap kekuatan Daihatsu di pasar kendaraan terjangkau. Pada segmen kendaraan konvensional (ICE) untuk penumpang dan niaga, perusahaan memegang pangsa pasar 25,9%. Namun, dominasi terlihat lebih nyata di kategori kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta, yang menyumbang hampir separuh total pasar nasional. Di segmen masif ini, Daihatsu berhasil meraih posisi puncak dengan pangsa pasar mengesankan sebesar 31,8%.

Lebih dari 80% penjualan ritelnya ditopang oleh model-model andalan di setiap lini. Gran Max series menjadi tulang punggung di segmen Commercial Low. Sementara di segmen LCGC (Low Cost Green Car), Sigra dan Ayla menjadi pilihan utama konsumen. Di segmen SUV Medium, Terios tampil sebagai kontributor signifikan.

Rincian Kinerja Model Unggulan

Dominasi di segmen LCGC diperkuat dengan penjualan Sigra dan Ayla yang mencapai 47.901 unit sepanjang 2025, merebut pangsa pasar 36,6%. Di arena SUV Medium, Terios berhasil mencatatkan penjualan 15.557 unit, sekaligus menjadi model terlaris di kelas SUV Medium dengan harga hingga Rp300 juta dengan menguasai sekitar 45% pasar segmen tersebut.

Sementara itu, di segmen Commercial Low, Daihatsu menunjukkan hegemoni yang hampir tak terbantahkan. Gran Max series membukukan penjualan fantastis sebanyak 61.871 unit dengan pangsa pasar mencapai 65%. Rinciannya, Gran Max Pick Up terjual 43.199 unit (menguasai sekitar 58% segmen Pick Up Low) dan Gran Max Mini Bus laku 18.672 unit (mendominasi sekitar 92% segmen Semi Commercial).

Dukungan Jaringan dan Basis Produksi Global

Capaian penjualan di dalam negeri ini tentu tidak lepas dari dukungan infrastruktur layanan purnajual yang ekstensif. Jaringan tersebut meliputi lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada Daihatsu Mobile Service (DMS), serta 3.320 part shop yang tersebar di seluruh Indonesia, memastikan kehadiran dan layanan purna jual yang mudah diakses oleh pelanggan.

Di sisi produksi, sepanjang 2025, ADM memproduksi lebih dari 381 ribu unit untuk grup Daihatsu dan model kolaborasi. Fasilitas produksi di Indonesia tidak hanya memenuhi permintaan domestik, tetapi juga berperan sebagai basis ekspor global. ADM mengekspor kendaraan ke lebih dari 60 negara, mencakup kawasan ASEAN, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin.

Volume ekspor kendaraan utuh (CBU) pada 2025 mencapai lebih dari 124 ribu unit, tumbuh 13% dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sekitar 110 ribu unit. Tiga tujuan ekspor terbesar adalah Filipina (34,8%), Jepang (9,7%), dan Meksiko (8,6%).

Menyikapi capaian ekspor ini, Agung Handayani menegaskan komitmen perusahaan. "Capaian ekspor ini mencerminkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas produksi Daihatsu di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas manufaktur, dan penguatan supply chain lokal agar dapat berkontribusi positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional," jelasnya.

Editor: Sugeng Hariyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar