OpenAI Luncurkan GPT-5.3-Codex-Spark, Model AI untuk Coding Real-Time

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:30 WIB
OpenAI Luncurkan GPT-5.3-Codex-Spark, Model AI untuk Coding Real-Time

GELORA.ME - OpenAI meluncurkan model kecerdasan artifisial terbaru yang dikhususkan untuk pemrograman, GPT-5.3-Codex-Spark, pada Kamis (12 Februari 2026). Model ini dirancang sebagai versi yang lebih ringkas dan responsif untuk membantu pengembang dalam tugas-tugas coding real-time dengan latensi yang sangat rendah, menandai langkah baru dalam kolaborasi manusia dan mesin di bidang pengembangan perangkat lunak.

Fokus pada Kecepatan dan Responsivitas

Berbeda dengan model pendahulunya yang menangani proyek besar dan kompleks, GPT-5.3-Codex-Spark hadir dengan pendekatan yang lebih spesifik dan terarah. Fokus utamanya adalah pada pekerjaan cepat dan interaktif, seperti memperbaiki logika kode, melakukan pengeditan kecil, atau menyesuaikan elemen antarmuka pengguna. Hasilnya diharapkan muncul hampir seketika, memungkinkan alur kerja yang lebih dinamis dan minim gangguan.

Untuk memungkinkan hal itu, model ini hadir dengan jendela konteks yang cukup besar, yaitu 128.000 token untuk versi teks. Namun, penting untuk dicatat bahwa model ini tidak otomatis menjalankan pengujian kode. Desain ini justru memberi kontrol lebih besar kepada pengembang, memungkinkan mereka untuk menghentikan, mengarahkan, atau memperbaiki hasil kerja AI secara langsung di tengah proses kolaborasi yang berlangsung.

Ditenagai Teknologi Chip Revolusioner

Kecepatan respons yang menjadi andalan GPT-5.3-Codex-Spark didukung oleh teknologi perangkat keras mutakhir. Model ini merupakan yang pertama memanfaatkan chip AI Wafer Scale Engine 3 (WSE-3) dari Cerebras, hasil dari kerja sama strategis senilai 10 miliar dolar AS antara kedua perusahaan.

Penggunaan chip khusus ini diklaim mampu mendorong kecepatan inferensi hingga melampaui 1.000 token per detik. Tujuannya adalah menghilangkan hambatan pemrosesan data tradisional sehingga interaksi antara pengembang dan asisten AI terasa lebih alami dan lancar, layaknya berdiskusi dengan rekan kerja.

Meski demikian, pihak OpenAI dengan jelas menyatakan bahwa teknologi baru ini tidak menggantikan peran infrastruktur yang ada. "Meski menggunakan chip Cerebras untuk respon cepat, OpenAI menegaskan bahwa unit pengolah grafis (GPU) tetap menjadi tulang punggung utama untuk pelatihan dan beban kerja inferensi skala besar lainnya," jelas pernyataan resmi perusahaan. Pernyataan ini menunjukkan kehati-hatian dalam mengelola ekspektasi sekaligus menegaskan komitmen pada arsitektur komputasi yang berlapis.

Tersedia untuk Pengguna Berlangganan

Saat ini, GPT-5.3-Codex-Spark telah memasuki tahap research preview dan dapat diakses oleh pengguna berlangganan ChatGPT Pro. Para pengembang dapat mencoba kemampuan model ini melalui beberapa platform, termasuk aplikasi Codex khusus, antarmuka baris perintah (CLI), serta ekstensi untuk lingkungan pengembangan terintegrasi populer seperti Visual Studio Code.

Peluncuran ini dipandang oleh banyak pengamat sebagai respons terhadap kebutuhan pasar akan alat bantu pemrograman yang lebih responsif dan intuitif. Dengan fokus pada pengurangan latensi dan peningkatan interaktivitas, OpenAI tampaknya ingin menjangkau segmen pengembang yang mengutamakan kecepatan iterasi dan umpan balik instan dalam proses coding sehari-hari.

Editor: Rian Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar