LDC Tingkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan Kopi Lewat Program Pendampingan 20.000 Petani

- Jumat, 13 Februari 2026 | 12:00 WIB
LDC Tingkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan Kopi Lewat Program Pendampingan 20.000 Petani

GELORA.ME - Tantangan produktivitas dan mutu dalam budidaya kopi di Indonesia mendorong Louis Dreyfus Company (LDC) untuk meluncurkan program pendampingan petani. Inisiatif yang disebut Stronger Coffee Initiative (SCI) ini mengusung pendekatan pertanian regeneratif, dengan tujuan tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga memulihkan kesehatan lanskap perkebunan untuk keberlanjutan jangka panjang. Program yang telah berjalan sejak 2015 ini kini menjangkau ribuan petani di beberapa provinsi utama penghasil kopi.

Menguatkan Fondasi dari Akar Rumput

Berbeda dari program peningkatan produksi konvensional, SCI dirancang dengan pendekatan holistik. Fokusnya adalah membangun ketahanan lahan dan komunitas petani dari dasar. Untuk itu, LDC menerapkan serangkaian praktik terstruktur yang meliputi agroforestri, pelatihan di Sekolah Lapang Petani yang memperhatikan peran gender, serta pendampingan teknis langsung di kebun oleh tim muda yang dinamai Farmer Assistance and Support Team (FAST). Pendekatan lapangan ini memastikan ilmu tidak hanya berhenti di teori, tetapi benar-benar diterapkan untuk mengatasi masalah nyata yang dihadapi petani.

Tiga Pilar Utama untuk Kopi yang Lebih Kuat

Chintara Diva Tanzil, Country Program Manager Stronger Coffee Initiative LDC Indonesia, memaparkan kerangka kerja program ini. Ia menjelaskan bahwa upaya mereka bertumpu pada tiga fondasi utama.

“Stronger Coffee Initiative berfokus pada tiga pilar, yakni peningkatan kesejahteraan petani, produksi kopi rendah karbon, serta penerapan pertanian regeneratif untuk memperbaiki kualitas tanah,” tuturnya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dengan struktur ini, manfaat yang dituai dirancang untuk bersifat multidimensional, menyentuh aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial secara bersamaan.

Jangkauan yang Meluas dan Kolaborasi Strategis

Hingga akhir tahun 2025, dampak program ini telah menyentuh lebih dari 20.000 petani kopi yang tersebar di sentra-sentra produksi seperti Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh. Jangkauan luas ini dicapai melalui kombinasi pelatihan agronomi, pendampingan intensif, dan yang tak kalah penting, membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Untuk mewujudkan pilar pertanian regeneratif dan rendah karbon, LDC menggandeng Pandawa Asri Indonesia guna mengurangi ketergantungan pada input kimia sintetik. Sementara itu, guna melindungi petani dari ancaman nyata perubahan iklim yang kerap merusak panen, kolaborasi dijalin dengan Blue Marble melalui program asuransi iklim parametrik.

Testimoni dari Lapangan: Asuransi Iklim Jadi Penolong

Manfaat program asuransi iklim tersebut bukan sekadar wacana, tetapi telah dirasakan langsung oleh petani seperti Solihin, perwakilan petani kopi asal Lampung Utara. Ia menggambarkan betapa cuaca ekstrem menjadi ancaman serius bagi mata pencaharian mereka.

“Jadi berdampak sekali bagi petani kopi. Yang kami rasakan sekarang itu buah kopi kami rontoh. Alhamdulillah kami telah menerima klaim asuransi, ini sangat membantu kerugian modal kami sebagai petani kopi,” ungkap Solihin.

Pengalaman Solihin ini menggarisbawahi pentingnya inovasi yang menyentuh langsung kerentanan petani, memberikan jaring pengaman saat hasil kebun tidak menentu akibat faktor di luar kendali mereka.

Investasi untuk Masa Depan Perkebunan Kopi

Pada intinya, inisiatif yang dijalankan LDC lebih dari sekadar program pelatihan. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk memulihkan dan melestarikan lanskap perkebunan kopi Indonesia. Dengan intervensi terukur di tingkat kebun—mulai dari kesehatan tanah, konservasi keanekaragaman hayati, hingga stabilisasi produksi—program ini berupaya memastikan bahwa budidaya kopi tetap menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan, tidak hanya untuk generasi petani saat ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

Editor: Guntur Rahardjo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar